oleh

Riwayat Santriwati Positif Covid-19 di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Kasus positif terpapar virus corona (Covid-19) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kumulatif tercatat 24 orang. Delapan di antaranya sembuh dan satu meninggal dunia.

Jumlah tersebut merupakan data terakhir hingga pukul 20.30 WIB, Sabtu (20/6/2020) setelah ada penambahan enam (6) positif corona dari sebelumnya 18 positif Covid-19 disampaikan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep.

Satu di antara yang positif Covid-19 merupakan santriwati asal Surabaya yang kembali ke Pondok Pesantren (PP) Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura.

Satgas Covid-19 Pondok Pesantren Annuqayah (PPA) Guluk-guluk, Sumenep, KH Moh. Shalahuddin A. Warits (anggota pengarah) menyampaikan, santriwati itu berusia 20 tahun, asal Kota Surabaya.

Ia kembali ke pondok pesantren pada tanggal 11 Juni 2020 sekitar pukul 16.30 WIB. “Terlambat dari jadwal yang seharusnya di mana kedatangan santri lama dibatasi hingga pukul 15.00 WIB,” terangnya dalam siaran pers Satgas Covid-19 PPA, Minggu (21/6/2020).

Yang bersangkutan diantar oleh seorang pengemudi dari pihak keluarga dengan membawa Surat Keterangan Sehat yang sudah lewat masa berlakunya (kedaluwarsa) dan tidak membawa Surat Keterangan Sehat atau hasil tes lainnya.

“Yang bersangkutan segera ditangani oleh pihak Puskesmas dan satuan terkait untuk mendapatkan penanganan, yaitu karantina dan juga rapid test Covid-19. Hasil rapid test reaktif,” jelasnya.

Atas hasil tes tersebut, sesuai prosedur penanganan Covid-19, yang bersangkutan mendapatkan pelayanan isolasi oleh pihak Puskesmas Guluk-guluk dengan didampingi oleh petugas Ponkestren Annuqayah.

“Dalam masa isolasi, pada tanggal 15 Juni 2020, dilakukan tes swab. Lalu pada tanggal 20 Juni 2020 hasil tes swab menunjukkan positif Covid-19,” terangnya.

Tindakan selanjutnya, sesuai dengan persetujuan yang bersangkutan dan pihak keluarganya, maka isolasi ditingkatkan oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Ra Mamak, sapaan KH Moh. Shalahuddin A. Warits, juga menjelaskan satu santri putra berumur 22 tahun asal Banyuwangi dengan kedatangan tanggal 12 Juni 2020 atau terlambat dua hari dari jadwal yang telah ditentukan dengan rombongan berjumlah 7 orang tanpa berkoordinasi dengan pihak Satgas maupun pihak pesantren.

Mereka menggunakan kendaraan sewa (berpengemudi), seluruhnya membawa Surat Keterangan Sehat yang masih berlaku, namun tidak membawa hasil tes Covid-19 sebagaimana ketentuan bagi santri luar Pulau Madura.

Ketujuh santri tersebut mendapatkan penanganan karantina oleh pihak Puskesmas Guluk-guluk dan dilakukan rapid test.

“Hasil tes santri putra itu reaktif. Sementara enam teman lainnya non reaktif. Yang bersangkutan bersama rombongannya mendapat pelayanan isolasi,” jelasnya.

Pada tanggal 15 Juni 2020, dilakukan tes swab terhadap santri putra tersebut. Dan pada tanggal 20 Juni 2020, hasil tes swab menunjukkan negatif atau tidak terpapar Covid-19.

Protokol Kesehatan PP Annuqayah

Pondok Pesantren (PP) Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, telah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren dengan kelengkapan sarana dan penanganan yang terus dilakukan supervisi oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep.

“Masyarakat hendaknya mendukung penerapan protokol kesehatan ini dan bersama-sama aktif memberikan solusi di dalam menjadikan Sumenep sebagai kabupaten sehat dan bebas Covid-19,” tandas Ra Mamak.

Kedatangan Santri PP Annuqayah

Kedatangan santri PP Annuqayah pada tahap pertama mencapai 1.227 orang yang seluruhnya adalah santri lama dengan jenjang pendidikan perguruan tinggi sesuai waktu yang sudah dijadwalkan, yaitu pada tanggal 6-8 Juni 2020 untuk pengurus pesantren daerah.

Pada tanggal 10 Juni 2020 bagi mahasiswa, dan 11 Juni kedatangan mahasiswi, serta waktu kedatangan lain yang terkoordinasi dan atau telah diotorisasi oleh Satgas Covid-19 PP Annuqayah.

Seluruh santri yang datang mengikuti protokol standar Covid-19 guna pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilaksanakan dan dikawal bersama oleh Satgas Covid-19 PPA, Ponkestren PPA, Puskesmas Guluk-Guluk, dan dibantu oleh satuan pengamanan dari Kamtib PPA, anggota TNI-Polri, Gerakan Pramuka Annuqayah, Banser, dan anggota perguruan silat PPA.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Raudatul Fitrah
Tirto.ID
Loading...

Komentar