oleh

Rp 2 Miliar, Presiden Minta UTM Bangun Pusat Kajian Madura

BANGKALAN (PortalMadura) – Masa depan Madura yang baik bukan sekadar harapan, namun harus diraih. Oleh sebab itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Universitas Trunojoyo Madura (UTM) membangun Pusat Kajian Madura.

“Bagunlah think-tank yang berkualitas internasional. Saya akan beri bantuan Rp 2 miliar agar ada putra putri Madura ataupun Jawa Timur yang cerdas, berdedikasi, dan memikirkan masa depan Madura,” kata Presiden SBY saat meresmikan sarana pendidikan di UTM, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat (6/12/2013) pagi.

Masyarakat Madura, ujar Presiden, memiliki kekhasan wilayah dan budaya. Kemajuan yang hendak dicapai nanti hendaknya jangan sampai mencabut manusia Madura dengan kekhasan religius dan budayanya.

“Jika dulu Madura hanya bersandar pada pertanian, sekarang haruslah pula mengembangkan industri, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” SBY menambahkan.

Soal industri kreatif Madura ini, Presiden SBY mencontohkan baju batik yang dikenakannya saat ini. Kainnya dibeli dari Pasar Batik 17 Agustus di Kabupaten Pamekasan, saat mengunjungi pasar tersebut, kemarin. Bahan tersebut dijahit dengan ngebut semalam untuk dipakai hari ini.

Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Presiden SBY berpesan agar dapat segera membangun gedung pertemuan serta meningkatkan beasiswa untuk mahasiswa miskin. Presiden juga mendukung adanya usulan untuk memperluas kampus UTM, yang diharapkan mencapai 100 hektar.

Sebelumnya, dalam sambutannya Rektor UTM Prof. Ariffin menyampaikan, tanpa keterlibatan dan komitmen tinggi dari pemerintah, pembangunan Madura akan sangat lambat jalannya. Dengan perhatian dari Presiden SBY ini, UTM akan dapat menciptakan tenaga-tenaga pendidik dan pembangun yang akan datang. “Insya Allah Universitas Trunojoyo Madura memiliki tanggung jawab dalam peningkatan sumber daya manusia dan budaya di Madura,” ujar Ariffin.

UTM adalah perguruan tinggi negeri yang didirikan pada 23 Juli 2001. Dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, dalam lima tahun terakhir UTM mendapatkan investasi dari pemerintah sebesar Rp 514 miliar, yang telah dialokasikan untuk pembangunan Gedung Graha Utama, laboratorium soft skill, dan 6 unit gedung kuliah. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang terdaftar di UTM sebanyak 10.800 mahasiswa.

Seusai sambutan, SBY menandatangani prasasti tanda persemian sarana pendidikan yang terdiri dari Gedung Graha Utama, Gedung Perpustakaan, Gedung Ruang Kuliah Bersama, dan Gedung Asrama Mahasiswa. Sebagaimana setiap kunjungan, Presiden SBY tak lupa menanam pohon, pohon Sawo Kecik, di halaman depan Gedung Graha Utama.

Mendampingi Presiden dalam peresmian ini Mendikbud Mohammad Nuh, Mentan Suswono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. rilis presidenri (fbw/htn).


Komentar