Rumah Transisi Jangan Jadi Rumah Transaksi

Avatar of PortalMadura.com
rumah transisi Jokowi

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, rumah transisi yang dijadikan wadah untuk menggodok calon kabinet Jokowi-JK jangan sampai menjadi rumah transaksi untuk menduduki jabatan menteri. Pasalnya, meski jabatan menteri merupakan hak preogatif Jokowi, namun dengan adanya rumah transisi  jangan sampai dijadikan kedok untuk terjadinya transaksi jabatan.

Menurut Jajat, Jokowi merupakan orang yang paling patuh terhadap Megawati dan seluruh rakyat Indonesia mengetahui bagaimana kebijakan–kebijakan Mega saat menjadi Presiden. Serta tidak dapat dipungkiri dalam penyusunan kabinet pun besar kemungkinan pengaruh Megawati sangatlah kental.

Jajat menilai, jangan sampai rakyat yang telah memilih Jokowi – JK dengan harapan yang besar akan adanya perubahan dikorbankan hanya atas dasar kepentingan beberapa kelompok saja. Sebagaimana pernyataan Jokowi tentang kerja sama politik tanpa pamrih, mungkin kali ini adalah watu yang tepat untuk pembuktiannya.

Baca Juga:  MH Said Abdullah Berharap Megawati Umumkan Mbak Puan Calon Presiden 2024

“Kehadiran tim rumah transisi yang awalnya bertujuan baik, sepertinya mulai diragukan. Pasalnya, sebagaimana kita ketahui Jokowi memasukan beberapa orang dalam posisi yang sangat strategis, padahal masyarakat tahu bagaimana track record dari orang – orang tersebut. Bisakah kali ini Jokowi membuktikan janji-janji manisnya sewaktu kampanye akan memimpin dengan koalisi ramping, atau sebaliknya, ramping diluar tapi gendut di dalam“ tutup Jajat, Rabu (3/9/2014).(rls/htn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.