Saat Gerhana, Ini 4 Tuntunan Syariat dari Rasulullah

  • Bagikan
Saat Gerhana, Ini 4 Tuntunan Syariat dari Rasulullah
Ilustrasi (CNN Indonesia)

PortalMadura.Com – Gerhana bulan atau matahari sering terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, dalam Islam dihimbau melaksanakan ibadah sunah salat gerhana. Adapun tuntunan untuk melaksanakan salat sunah dua rakaat saat terjadi fenomena alam gerhana adalah berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata: ‘Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata: Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim.’

Kemudian Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umat Islam tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

1. Menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT saat terjadinya gerhana matahari dan bulan, karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.

2. Mengingat apa yang pernah disaksikan Rasulullah SAW dalam salat kusuf. Diriwayatkan bahwa dalam salat kusuf, Rasulullah diperlihatkan oleh Allah SWT surga dan neraka, bahkan beliau ingin mengambil setangkai dahan dari surga untuk diperlihatkan kepada mereka. Beliau juga diperlihatkan berbagai bentuk azab yang ditimpakan kepada ahli neraka. Karena itu, dalam salah satu khutbahnya selesai salat gerhana, beliau bersabda, “Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR Muttafaq alaih)

3. Menyeru dengan panggilan “Asshalaatu Jaami’ah”. Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan salat secara berjamaah. Aisyah Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyerukan “Ashshalaatu Jaami’ah” (HR Abu Daud dan An-Nasa’i). Tidak ada azan dan iqamah dalam pelaksanaan salat gerhana. Karena azan dan iqamah hanya berlaku pada salat fardhu yang lima waktu.

4. Disunahkan mengeraskan bacaan surah, baik salatnya dilakukan pada siang atau malam hari. Hal ini dilakukan Rasulullah SAW dalam salat gerhana. (HR Muttafaq alaih)

Wallahu a’lam bishawab.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.