oleh

Sabarnya Utsman bin Affan Ketika Ditinggal Nikah Pujaan Hati

PortalMadura.Com – Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga yang berkuasa pada tahun 644 sampai 656 dan merupakan Khulafaur Rasyidin dengan masa kekuasaan terlama. Sama seperti dua pendahulunya, Utsman termasuk salah satu sahabat utama Nabi Muhammad.

Terlahir dari keluarga saudagar yang sejahtera, Utsman dikenal sebagai pribadi yang lembut dan murah hati. Sumbangsihnya yang paling menonjol dan sangat melekat padanya adalah kedermawanan dalam memberikan harta. Selain itu ada cerita menarik tentang Utsman bin Affan yang bisa kita ambil hikmahnya, dilansir dari laman News.Detik.Com, Jumat (9/10/2020).

Hati yang ambyar akibat ditinggal nikah duluan oleh pujaan hati tidak hanya ditemukan di zaman sekarang. Khalifah Utsman bin Affan ternyata sempat patah hati, saat mengetahui Ruqayyah binti Rasulullah menikah dengan Utbah putra Abu Lahab.

Peristiwa itu terjadi sebelum turunnya wahyu Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Ruqayyah, putri kedua Nabi Muhammad SAW dari Siti Khadijah adalah pujaan hati Usman. Dia adalah adik dari Zainab, putri pertama Rasulullah.

Saat mendapat kenyataan bahwa, Ruqayyah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab. Utsman bin Affan sedih, dia patah hati. Utsman bin Affan yang saat itu adalah salah satu saudagar sukses di tanah Arab mengadu pada bibinya Saida binti Kuraiz.

Dia menyesal tidak berani melamar Ruqayyah lebih dulu hingga putri Rasulullah SAW tersebut dinikahi orang. Saida dengan sabar menasihati keponakannya untuk tidak lama-lama bersedih. Kepada Utsman, Saida cerita bahwa di bumi Arab sudah muncul agama baru, Islam. Dia meminta Utsman mencari tahu seputar Islam.

Utsman lega, dan terhibur hatinya oleh nasihat sang bibi. Tak perlu lama dia patah hati. Utsman kemudian menemui Abu Bakar yang waktu itu juga seorang saudagar. Utsman pun kemudian masuk Islam.

Tak lama setelah Ustman masuk Islam, Utbah menceraikan Ruqayyah. Abu Lahab yang kala itu keras menolak datangnya Islam meminta putranya, Utbah untuk menceraikan Ruqayyah. “Aku tidak akan melihat wajahmu hingga kamu menceraikan anak Nabi Muhammad SAW,” kata Abu Lahab seperti tertulis dalam kitab Al-Halabi dan Insan Al-Uyun volume 1 dikutip dari buku Golden Stories of Sayyida Khadijah RA.

Abu Lahab juga meminta putranya yang lain, Utaibah untuk menceraikan Ummu Kultsum, putri Rasulullah SAW. Dia berharap dengan Utbah menceraikan Ruqayyah, maka wibawa Rasulullah Muhammad SAW akan rusak.

Namun harapan Abu Lahab tak terkabul. Utsman yang mendengar Ruqayyah dicerikan Utbah, segera meminta tolong Abu Bakar melamarkan untuknya. Utsman pun menikah dengan Ruqayyah binti Rasulullah SAW. Penunjukan Utsman bin Affan sebagai suami dari Ruqayyah tidak main-main. Seperti diceritakan Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW menerima perintah dari Allah SWT untuk menikahkan keduanya.

Sesuai perintah tersebut, Ruqayyah resmi menjadi istri Utsman bin Affan. Penantian sang khalifah, yang sempat ambyar saat Ruqayyah menikah dengan Utbah, akhirnya berbuah manis. Selama penantiannya, khalifah Utsman menempa diri menjadi pribadi yang berkualitas dan ikut berjuang demi Islam.

Khalifah Utsman dikenal sebagai pribadi yang dermawan, pemalu hingga malaikat pun merasa malu padanya, dan sangat tampan. Sementara Ruqayyah dikenal sebagai salah satu wanita paling cantik dengan akhlak sempurna. Seperti diceritakan Usama bin Zaid, pasangan tersebut dikenal sebagai yang paling cantik dan tampan.

Utsman bin Affan dan Ruqayyah adalah pasangan suami istri kedua yang hijrah bersama, setelah Nabi Luth AS dan istrinya. Saat itu, Utsman dan Ruqayyah hijrah ke Abyssinia (kini Ethiopia). Ketika menikah dengan Ruqayyah, Utsman bin Affan memiliki seorang anak, Abdullah. Namun Abdullah wafat saat masih balita.

Kisah Ruqayyah dan Utsman bin Affan memberi pelajaran, hati yang ambyar jangan dibiarkan terlalu lama. Ada baiknya segera move on dan menjadi pribadi yang lebih baik, seperti yang dilakukan Khalifah Utsman selama menanti Ruqayyah. Atas izin Allah SWT, Ruqayyah akhirnya menjadi istri Utsman bin Affan dengan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah.

Rewriter : Muthmainnatul Lizamah
Sumber : news.detik.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar