oleh

Said Abdullah : Pendaftaran Naik Haji Lebih Baik di Stop

SUMENEP (PortalMadura) – Pendaftaran naik haji lebih baik distop atau pendaftar tidak dibebani uang setoran awal, mengingat hingga saat ini daftar tunggu (waiting list) sangat panjang sekitar 16 tahun.

“Kalau memang tetap dilanjutkan, pendaftar naik haji tidak usah menyetor uang ke bank, tapi lebih baik memang di stop dulu lah, hingga normal kembali,” kata MH Said Abdullah, anggota DPR RI asal Sumenep, Kamis (20/02/14).

Anggota Komisi VIII ini menjelaskan, daftar tunggu naik haji di Jawa Timur termasuk di Madura antara 16 sampai 18 tahun, sementara jumlah pendaftar terus bertambah dan setiap pendaftar itu harus menyetorkan uang minimal Rp 26 juta.

“Uang storan itu mengendap di bank selama beberapa tahun, karena untuk berangkat ke tanah suci membutuhkan waktu yang lama,” urainya.

Tingginya daftar tunggu naik haji Indonesia membuat sejumlah uang menumpuk di bank, akibatnya uang di bawah tersedot ke pusat.

“Uang masyarakat terkumpul di bank, seharusnya kan dibiarkan berputar dimasyarakat,” tegasnya.

Selama ini, bunga uang storan naik haji itu mencapai Rp 52 Triliun. Uang sebesar itu tidak diapa-apakan, secara otomatis tidak ada manfaatnya.

“Kalau misalnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial atau peningkatan ekonomi masyarakat kan lebih baik,” tandasnya. (arif/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.