oleh

Said Titip Madura Ke SBY : Jangan Keruk Kekayaan Sumenep Untuk Pusat

SUMENEP (PortalMadura) – Masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sangat berharap, kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ke Madura, tidak hanya melegalkan pemiskinan terstruktur bagi masyarakat Pulau Garam Madura.

Pasalnya, selama ini khususnya Kabupaten Sumenep yang memiliki kekayaan minyak dan gas (migas) tidak berbanding lurus dengan kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat terkesan hanya mengeruk kekayaan daerah khususnya yang mempunyai potensi Migas. Namun, kondisi ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

Hal tersebut diungkapkan, anggota DPR RI asal Sumenep, MH Said Abdullah. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kedatangan Presiden RI ke Sumenep, dimaksudkan bukan untuk menambah buruknya perekonomian masyarakat. Sebab, jika dibandingkan antara kekayaan yang dimiliki Sumenep (potensi SDA) dengan peningkatan ekonomi masyarakat sangat tidak sebanding.

“Yang diterima masyarakat Sumenep hanya konflik antar sesama warga. Kondisi ekonomi masyarakat tetap saja. Bahkan tambah buruk,” ujar Said Abdullah, di salah satu hotel di Jalan Trunojoyo, Minggu (01/12/13).

Dia menegaskan, selama ini Sumenep sudah terkuras dengan kepentingan pemerintah pusat, semisal dibidang migas. Sementara rakyat di Sumenep hanya menjadi korban pemiskinan yang terstruktur.

“Migas hanya dikapling-kapling untuk kepentingan pusat saja. Dalam momentum ini, Pak Presiden harus bisa mengcover kepentingan masyarakat Sumenep sesuai dengan fakta dilapangan,” ujarnya.

Meski banyak sumber migas yang telah dieksploitasi, kata dia, tapi dilihat dari bagi hasil yang diterima Sumenep tidak sebanding dengan migas yang diambil.

“Perundang-undangan pun tidak berpihak pada warga Sumenep dan Madura pada umumnya. Hal ini, tidak hanya dirasakan masyarakat Madura, tetapi daerah-daerah yang menjadi penghasil Migas di negeri ini,” imbuhnya.

Di Sumenep terdapat beberapa perusahaan migas yang sudah melakukan eksploitasi maupun masih eksplorasi Migas, seperti  PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di Sapeken dan  PT Santos Madura Offsord di Gili Genting serta Sumur ENC-1 milik PT. Energy Mineral Langgeng (EML) di Saronggi. (arif/htn).


Komentar