oleh

Sanggar Tarara, Wujud Kebangkitan Kesenian Bangkalan (Part 4-Habis)

Namun betapa bangganya sang ayah ketika mendengar Reni mampu melalui tahap demi tahap pemilihan duta penari dengan hasil menggembirakan. Sampai akhirnya sang ayah tak dapat menyembunyikan kebanggaan serta keharuan saat Reni masuk dua besar, dan puncaknya terpilih sebagai pemenang setelah menyisihkan wakil dari Jember.

Reni Wulandari mengajarkan keterampilan pada anak didiknya di PAUD-TK Permata Bunda. (Foto: Istimewa)

Ayah beserta ibunya, termasuk Sudarsono, bahkan menyaksikan langsung saat-saat dimana Reni menerima tropi juara beserta kalungan selempang. Tatapan mata keduanya memperlihatkan rasa bangga bercampur haru. Acara malam final pemilihan Duta Penari Jawa Timur 2010 dilangsungkan di salah satu hotel di Sidoarjo.

Tahap awal dijalani Reni lewat seleksi tingkat Kabupaten Bangkalan. Selain berkompetisi dengan sejumlah wakil dari dua sanggar lainnya, ia juga harus bersaing dengan dua rekan seniornya di Sanggar Tarara. Penyaringan untuk menentukan satu wakil dari masing-masing kabupaten se-Madura dilakukan serentak di kota yang sama, yakni Pamekasan.

“Seakan tak percaya kalau saya yang terpilih mewakili Bangkalan. Perasaan itu seakan tak mau lepas dari diri saya. Hingga kemudian sirna saat saya menjalani bimbingan dan pembekalan dari Mas So jelang berangkat mengikuti tahap karantina di Mojokerto,” kenang Reni, yang bergabung di Sanggar Tarara sejak tahun 2006.

Masa karantina …

Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE