Selalu Melanggar, Umat Islam Desak Restro Wiraraja Ditutup Permanen

Avatar of PortalMadura.com
Selalu Melanggar, Umat Islam Desak Restro Wiraraja Ditutup Permanen
audiensi Gerakan Umat Islam Pamekasan dengan DPRD (Foto: Marzuky @PortalMadura.Com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Puluhan umat islam yang mengatasnamakan Gerakan Umat Islam Pamekasan (GUIP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan audiensi dengan DPRD setempat perihal tempat karaoke, Kamis (25/6/2020).

Audiensi tersebut merupakan buntut dari penggerebekan pesta narkotika di tempat karaoke Wiraraja yang dilakukan oleh kepolisian beberapa waktu lalu. Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan belasan orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

“Kami minta agar ditutup permanen, tidak ada koma, tidak ada negosiasi. Tetap satu kata, tutup permanen dan sanksi keras,” tegas juru bicara GUIP, Abd. Aziz.

Menurutnya, pengelola resto Wiraraja telah melakukan pelanggaran yang berulang-ulang. Bahkan, pelanggaran yang dilakukan bukan sebatas operasinya kembali tempat karaoke tersebut yang sebelumnya sudah dilakukan penutupan.

Baca Juga:  Menko PMK Kunjungi Unija, Tanam Pohon Wujud Implementasi GNRM

“Pelanggarannya luar biasa, bukan hanya dijadikan pesta narkoba saja. Tetapi perizinan juga tidak lengkap, penyalahgunaan izin reklamasi dan lain-lain. Bahkan, pelanggarannya bukan hanya dua kali tiga kali saja, namun mulai bupati sebelumnya sampai sekarang,” tandasnya.

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (DLH), Amin Jabir, dan Kepala Satpol PP, Kusairi.

“DPRD ini hanya menerima aspirasi saja, karena ini rumah aspirasi. Silahkan kalau mau siapa saja yang mau didatangkan kami siap. Tapi, kalau soal kebijakan, DPRD tidak bisa mengeluarkan kebijakan,” kilah Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman.

Baca Juga: Satpol Pamekasan “Pura-pura” Tutup Tempat Karaoke Wiraraja 

Politisi PPP ini menerangkan, pihaknya akan menunggu jawaban bupati terkait masalah tersebut sebagaimana kesepakatan yang dilakukan bersama peserta audiensi. Apakah sepakat ditutup permanen atau tidak. Karena hal tersebut menyangkut kebijakan.(*)

Baca Juga:  Voli Pantai Putri Sumenep Kembali Sumbang Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.