oleh

Selamat Jalan Guru Kami, KH. A. Warits Ilyas

SUMENEP (PortalMadura) – Kepergian salah seorang Ulama’ besar yakni salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat santri, alumni dan masyarakat merasa kehilangan.

Ungkapan para alumni dan masyarakat tersebut diungkapkan dengan berbagai cara. Media sosialpun menjadi sarana saling silaturrahmi antar alumni dalam mengenang sang guru.

Salah satunya ditulis oleh Asnawi asal Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep dalam akun facebooknya.

“Selamat jalan guruku tercinta, namamu akan selalu ku kenang sepanjang masa. Engkau akan menjadi lentera dalam hidupku. Semoga arwahmu akan disambut oleh Malaikat-malaikat Allah dengan senyum karena engkau adalah bagian dari kekasih Allah,”.

Budayawan muda asal Sumenep, Ibnu Hajar juga mengirim pesan ke Redaksi PortalMadura. “Dalam tafakkur semesta ada alir air mata dalam bingkai doa kami, saat Allah memanggilmu. Tapi, yakinlah.. engkau telah mengukir prasasti dan sorga Allah menunggumu… amien,”

Hal serupa juga diungkapkan Busri Toha salah satu alumni angkatan tahun 1996. Dalam akun facebooknya yang ditulis pada, pukul 20.05 Wib.

“Selamat jalan wahai guruku tercinta, KH A Warist Ilyas. Semoga Allah akan memberikan tempat terbaik. Kiprah dan perjuangan, ajaran yg pernah kau ajarkan, semoga kami akan selalu mampu melaksanakannya. Amin,”

Dalam status sejumlah alumni Annuqayah di BlackBerry Messenger (BBM), juga menyampaikan belasungkawa dengan kalimat. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun,” salah satunya status, Fathor Rahman.

Redaksi PortalMadura, tidak mungkin menulis semua ribuan bahkan jutaan ungkapan serupa yang menggambarkan kehilangan atas kepergian ulama’ karismatik tersebut. “Selamat jalan guru kami. Ilmu yang pernah diperoleh dari Annuqayah, semoga mampu kami jaga dan bermanfaat terhadap umat,”.(htn)


Komentar