Seperti Apa Hak Wanita Muslim untuk Bekerja?

Seperti-Apa-Hak-Wanita-Muslim-untuk-Bekerja
ilustrasi (sindonews.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Ajaran agama Islam menempatkan seorang laki-laki sebagai kepala keluarga. Dialah yang wajib memenuhi kebutuhan rumah tangga dan bertanggung jawab di hadapan Allah SWT atas kesejahteraan dan keselamatan keluarganya.

Walaupun demikian, bukan berarti memaksa kaum hawa untuk terpenjara di rumah saja. Kenyataanya, Islam justru mendorong wanita agar bekerja selama ia mampu memenuhi kewajiban utamanya terhadap keluarga dan pekerjaan yang dijalaninya adalah halal.

Pada hakikatnya, wanita sudah diberi kepercayaan oleh Allah untuk mengurus keluarga dan anak-anaknya. Dengan tanggung jawab itu ia akan ditanya oleh Allah di Hari Kebangkitan tentang semua kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya itu.

Selain mengurus keluarganya, seorang istri yang terpelajar juga didorong untuk memanfaatkan kemampuannya dengan melayani kepentingan masyarakat melalui pekerjaan atau aktivitas sosialnya.

Oleh karena itu, seorang istri yang bijaksana harus bisa menyusun prioritas dan kontribusinya pada kesejahteraan masyarakat dimulai dari keluarganya sendiri. Karena itulah Islam mengatur agar wanita selalu dibela dan secara finansial dinafkahi sehingga kegiatannya pergi keluar rumah untuk bekerja itu dilakukan atas pilihannya sendiri, bukan karena kewajiban.

Ada bukti salah satu peran terbesar wanita dalam masyarakat adalah mengasuh dan mendidik umat manusia. Allah telah memberikan tugas itu pada kaum wanita dan menganggapnya sebagai prestasi manusia yang paling tinggi. Allah menciptakan wanita dengan cara sedemikian rupa sehingga dia mampu menjalankan tugasnya dengan penuh pengorbanan, tidak mementingkan kebutuhan sendiri, tulus, mulia, dan kekal.

Baca Juga:  Benarkah Dahi Hitam Sebagai Tanda Sujud? Ini Jawabannya

Para psikolog menyatakan anak-anak membutuhkan ibu mereka pada tahun-tahun awal kehidupan mereka karena itu merupakan masa-masa pembentukan dalam membangun karakter si anak. Banyak penelitian membuktikan kualitas generasi masa kini menurun karena begitu banyak wanita yang pergi keluar rumah untuk bekerja dan melupakan peran dasar mereka sebagai ibu.

Mereka yang menyerukan kesetaraan antara pria dan wanita sesungguhnya telah bersikap diskriminatif. Jika wanita melakukan pekerjaan di luar selain menjalankan tugas-tugasnya di rumah sebagai istri dan ibu, dia akan bekerja dua kali lebih keras dibandingkan pria, namun mendapatkan upah lebih rendah. Apakah itu berarti setara untuk wanita?

Lantas, apa pekerjaan yang halal untuk wanita?. Islam mengizinkan wanita untuk bekerja dan menganggap pekerjaannya halal dengan batasan-batasan tertentu. Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Rabu (19/1/2022) dari laman Republika.co.id:

1) Wanita tidak boleh bekerja di tempat yang membuatnya mudah dilecehkan.

2) Pekerjaannya tidak boleh merusak kesantunannya.

3) Pekerjaannya tidak boleh mengancam keamanan psikologisnya.

Baca Juga:  5 Doa Malam Pertama yang Perlu Pasutri Amalkan

4) Dia harus mematuhi aturan-aturan moral Islam dalam berpakaian, berbicara, dan bergerak.

5) Pekerjaannya sendiri harus halal menurut ajaran Islam dan tidak merendahkan martabat wanita.

6) Pekerjaannya tidak boleh mengancam kestabilan keluarganya. Anak-anaknya harus diasuh dengan layak.

7) Masyarakat membutuhkan kaum wanita di bidang medis seperti dokter dan perawat, juga di bidang pendidikan seperti guru.

8) Idealnya, wanita bisa fleksibel dalam pekerjaannya saat menghadapi kondisi darurat seperti hamil, melahirkan, dan menyusui bayinya.

9) Keharusannya bekerja secara finansial dan psikologis harus cukup mendesak, seperti dalam kasus janda yang ditinggal mati suami, janda cerai atau wanita-wanita yang tidak punya siapa-siapa untuk memenuhi kebutuhan mereka, wanita-wanita yang tidak punya anak, atau mereka yang punya banyak waktu luang untuk meredakan kebosanan mereka.

Intinya, semua pekerjaan dianggap sebagai bentuk ibadah apabila dilakukan dengan niat bersih dan untuk mencari rida Allah dengan menjalankannya secara baik.

Entah wanita muslim itu seorang ibu rumah tangga, seorang istri atau seorang manajer sebuah perusahaan yang sukses, pekerjaannya dianggap bernilai dan layak dihargai jika dilakukan demi Allah. Wallahu A’lam.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.