oleh

Sepi Pendaftar Pemantau Pemilu Independent 2014

SUMENEP (PortalMadura) – Pendaftaran calon pemantau pemilu indepent tahun 2014, yang di buka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, sejak bulan Agustus lalu, hingga saat ini belum satupun lembaga maupun jalur perorangan yang mendaftarkan diri. Formulir pendaftaran yang di sediakan KPU, belum satupun yang terisi daftar nama pelamar pemantau pemilu indepent.

Komisioner KPU Sumenep, Moh Ilyas, mengakui , jika pendaftaran pemantau Pemilu 2014, baik secara perorangan maupun kelembagaan , kurang diminati masyarakat, meski pihaknya sudah membuka kesempatan pada masyarakat untuk mendafatar menjadi pemantau pemilu indepent sejak Agustus 2012 lalu, namun sampai Oktober 2013 ini, belum ada satupun masyarakat yang berminat untuk menjadi pemantau pemilu tahun 2014.

“Kita sudah memberikan kesempatan seluas– luasnya pada masyarakat, agar ikut bergabung menjadi pemantau pemilu 2014, tapi kayaknya kurang diminati oleh masyarakat, namun kami akan tetap menunggu calon pendaftar pemantau Independent Pemilu 2014, baik secara perorangan maupun kelembagaan. Karena batas akhir pendaftarannya masih sampai bulan Maret 2014 nanti,” kata Ilyas, Selasa (8/10/2013).

Menurut Moh Ilyas, keberadaan pemantau Pemilu 2014 sangat diperlukan, guna membantu melakukan pemantauan, mulai dari proses tahapan pemilu, hingga pelaksanaan. Karena semakin banyak yang melakukan pemantauan, baik secara kelembagaan maupun secara perorangan, maka pelaksanaan Pemilu 2014 akan lebih berkualitas.

Secara kelembagaan, pihaknya sangat mendorong hadirnya pemantau, untuk mengawal proses Pemilu 2014 yang jujur, adil, dan demokratis. Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika dihadapkan pada kenyataan, bahwa pemantau pemilu indepent tersebut tidak ada angaarannya.

“Dana untuk pemantau Pemilu 2014 itu memang berasal dari lembaga bersangkutan, karena KPU tidak punya anggaran untuk pemantau. Ini yang membuat kami tidak bisa berkutik untuk memaksa lembaga menjadi pemantau pemilu. Tapi, kami masih membuka kesempatan pada masyarakat untuk mendaftarkan diri, menjadi pemantau Pemilu 2014,” ungkapnya.

Selain itu, KPU Sumenep akan segera membentuk relawan demokrasi guna meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2014.

“Sesuai surat dari KPU RI tertanggal 2 September 2013, pembentukan relawan demokrasi di tingkat daerah paling lambat pada bulan ini. Saat ini, kami masih dalam tahap koordinasi dengan KPU Jawa Timur maupun KPU RI, karena hingga sekarang belum ada kepastian tentang masa kerja dan honor bagi relawan demokrasi tersenit,” terangnya.

Relawan demokrasi dibentuk di masing-masing daerah untuk membantu KPU melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2014.

“Keberadaan relawan demokrasi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya serta membangkitkan kesadaran dan kepercayaan publik atas proses demokrasi,” paparnya.(udien/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE