Serba-serbi Oli Mesin yang Jarang Orang Tahu

Avatar of PortalMadura.com
Rewriter: Putri KuzaifahRujukan: Liputan6.com
Serba serbi Oli Mesin yang Jarang Orang Tahu
Ilustrasi (carmudi.co.id)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Suatu kendaraan tanpa oli mesin seperti tidak memiliki kekuatan. Jadi, keberadaan oli mesin sangat penting untuk menunjang kinerja kendaraan agar dapat bekerja secara optimal.

Tugas utama dari oli mesin sebagai pelumas dan juga mengurangi gesekan pada komponen dalam mesin. Sedangkan oli itu sendiri ada dua macam berdasarkan kandungan di dalamnya yaitu oli mineral dan sintetis.

Biasanya produsen oli akan mencantumkan kandungan yang ada di dalam kemasan. Beberapa tipe yang umum ditemui adalah tipe full sintetis, semi sintetis dan juga oli mineral.

Secara kualitas, oli mineral masih di bawah oli sintetis. Oli mesin jenis inipun banyak digunakan pada jenis atau model kendaraan dengan teknologi lawas.

Oli mineral sendiri berasal dari penyulingan ekstrak minyak mentah yang bersumber dari pengolahan minyak bumi. Selama proses pembuatan oli mineral, kotoran yang ada biasanya cukup tinggi dan kandungan impurities-nya dihilangkan.

“Struktur molekul oli mineral tidak sebaik oli sintetis, karena oli mineral memiliki struktur molekul yang lebih tidak seragam, sehingga lubricity-nya kurang jika dibandingkan dengan oli sintetis dan dapat mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar,” terang Brahma Putra Mahayanan, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, seperti dilansir PortalMadura.Com, Jumat (17/6/2022) dari laman Liputan6.com.

Kualitas oli sintetis lebih baik karena telah mengalami proses pemurnian lebih lanjut atau diformulasikan khusus sesuai kebutuhan aplikasinya di mesin.

Maka tidak heran jika jenis oli ini banyak digunakan pada mesin keluaran terbaru saat ini karena fungsinya yang dapat melindungi dari keausan, oksidasi, atau memberikan efek pendinginan mesin yang lebih baik daripada oli mineral.

Sementara oli semi sintetis merupakan campuran antara oli mineral dengan sintetis. Secara kualitas, jenis oli ini masih lebih baik dari oli mineral, namun tetap masih di bawah oli full sintetis.

Cara Membedakan Jenis Oli Mesin

Untuk membedakan ketiga jenis oli mesin tersebut ada beberapa cara. Yang paling mudah dilihat dari segi harga. Oli sintetis memiliki harga lebih mahal dari semi sintetis apalagi oli mineral.

Cara lainnya adalah dengan memperhatikan label pada kemasan atau botol oli. Biasanya produsen oli akan mencantumkan keterangan terkait produknya, misalnya Full Syntethic, Syntethic Technology, Syntethic Force, Semi syntethic, dan juga Mineral.

Keterangan data produk di botol kemasan juga bisa menjadi cara berikutnya. Biasanya tipe mineral akan tercantum informasi, seperti Solvent Extraction, Hydro processed, dan lain-lain. Sementara untuk tipe sintetis akan tercantum informasi seperti PAO atau Ester, Diester, dan lain-lain.

“Bisa juga dengan mengecek typical data sheet dengan melihat indeks viskositas yang ditunjukkan dengan keterangan seperti angka > 120 untuk tipe sintetis, sementara kalau oli mineral antara 90 – 120,” ujar Brahma.

“Index viskositas sendiri bukanlah angka SAE seperti 0W-20, 10W-40, dll. Biasanya hanya tertera pada data sheet apabila konsumen meminta kepada produsen, tidak dicantumkan dalam kemasan,” pungkasnya.

Nah, biar tidak salah dalam menggunakan oli mesin, sebaiknya cek kembali rekomendasi oli yang digunakan dari pabrikan kendaraan Anda. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.