oleh

Soal Penghadangan KH Ma’ruf Amin, NU Pamekasan Minta Polisi Usut Tuntas

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan surat pernyataan sikap terkait insiden penghadangan KH Ma’ruf Amin oleh segerombolan massa saat akan melakukan ziarah kubur ke Desa Jambringan Kecamatan Proppo, Senin (1/4/2019).

Pernyataan sikap dengan nomor 412/PC/A.II/L.34/IV/2019 tersebut ditandatangani oleh Rais PCNU Pamekasan, KH. Afifuddin Thoha, Katib K. Abd. Bari, Ketua KH. Taufik dan Sekretaris Abd. Rahman Abbas.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Surat yang disampaikan kepada Polres Pamekasan itu meminta Polres untuk mengusut tuntas terhadap ujaran kebencian yang dilakukan oleh siapapun yang terjadi di pasarean Pangeran Zuhro Desa Jambringin Kecamatan Proppo.

Kemudian meminta Polres bersikap tegas sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku terhadap aksi penghadangan dan persekusi yang bisa mengganggu kondusifitas masyarakat.

Sebagaimana diketahui, segerombolan massa menghadang rombongan KH Ma’ruf Amin saat akan melakukan ziarah ke makam Pangeran Zuhro, bahkan ada kata-kata kotor yang dilontarkan oleh oknum masyarakat kepada calon wakil presiden nomor urut 01 tersebut.

Baca Juga : Polisi Pamekasan Tepis Isu Penghadangan KH Ma’ruf Amin di Madura

Meskipun rombongan itu bisa melanjutkan perjalanan, tetapi jadwal ziarah ke makam Pangeran Zuhro gagal. KH Ma’ruf Amin memilih pulang setelah salat berjemaah di salah satu rumah tokoh dengan alasan demi kondusifitas masyarakat.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar