oleh

Songsong Bonus Demografi, Indonesia Punya Banyak Persoalan Kependudukan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DPSDM UMSIDA) Hasan Ubaidillah menjelaskan, bonus demografi adalah suatu fenomena dimana penduduk usia produktif lebih banyak dalam suatu negara.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bangkalan dan Milad IMM ke-56 yang diselenggarakan di Aula Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan, Sabtu (14/3/2020).

“Efeknya, akan ada ledakan kreativitas, karena penduduk di usia produktif lebih banyak,” katanya.

Menurutnya, dalam menyongsong bonus demografi, pemerintah harus mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui pendidikan.

“Termasuk sektor kesehatan, hingga penyediaan lapangan kerja dan investasi sehingga usia produktif nantinya benar-benar bisa menghasilkan kreativitas dan karya, membawa Indonesia semakin unggul,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LPCR PWM) Jawa Timur itu.

Pria asli Sidoarjo itu juga menegaskan, saat ini pemerintah masih memiliki enam permasalahan kependudukan yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR), yaitu jumlah penduduk yang tinggi, persebaran penduduk tidak merata, struktur usia muda lebih tinggi, kualitas SDM yang masih rendah, daya saing tenaga kerja dan lapangan kerja yang terbatas, serta tingkat pengangguran yang tinggi.

“Itu PR yang harus digarap dan diselesaikan sehingga menyongsong bonus demografi, kita memiliki SDM yang berkualitas dan mencapai Indonesia emas 2045 nanti,” tegasnya.

Hadir juga sebagai pembicara adalah Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Muh. Syarif. Turut hadir pula Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama, PDM Bangkalan Dony Burhan, dan Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur serta Forum Keluarga Alumni (FOKAL) IMM Bangkalan.(*)

Penulis : Ubay Nizar Al Banna
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar