Status Buron, Polisi Kejar Dua Pelaku Pembacokan Warga Pamekasan

Celurit jadi barang bukti dugaan pembacokan
Celurit jadi barang bukti dugaan pembacokan (Foto. Hasibuddin)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dua orang yang diduga terlibat kasus pembacokan terhadap korban Samhaji (41), warga Desa Tlaga, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, berstatus buron. Polisi melakukan pengejaran.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Hari Siswo Suwarno, menyampaikan, dua orang yang diduga turut serta adalah Mat Lasid dan Munir yang merupakan tetangga korban.

Berdasarkan keterangan saksi, Mat Lasit dan Munir ditetapkan sebagai tersangka lantaran ikut terlibat dalam penganiayaan pada korban Samhaji, Jumat (27/7/2019) malam.

“Satu pelaku lainnya atas nama Subaidi sudah kami amankan di kediamannya,” terang Hari, Selasa (30/7/2019).

Motif penganiayaan tersebut diduga salah paham soal harga rokok eceran. Korban yang membeli rokok di warung milik Subaidi (pelaku) sempat komplain karena harga rokok eceran yang lebih mahal dibandingkan dengan patokan harga rokok pada umumnya.

Baca Juga : Satu Pelaku Ditangkap, Istri Korban Penganiayaan di Pamekasan Tak Terima

“Namun ada kalimat dari korban yang disinyalir menyinggung perasaan istri tersangka (Subaidi) sehingga menyebabkan tersangak tega melakukan penganiayaan pada korban,” paparnya.

Ada tiga pelaku dalam kasus pembacokan terhadap korban Samhaji. Ketiga pelaku tersebut dijerat Pasal 170 jon 351 penganiayaan berat dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

“Dua lainnya masih kita buru, berdasarkan keterangan dari saksi dan beberapa alat bukti,” sebutnya.

Dua pelaku yang berstatus buron, Mat Lasid dan Munir merupakan ayah dan paman dari tersangka Subaidi. Pelaku utama sudah diamankan di Polres Pamekasan.(*)

Baca Juga :

https://portalmadura.com/ingin-bercinta-saat-cuaca-panas-lakukan-2-cara-ini-203567

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.