oleh

Studi : Rutin Pergi ke Pameran Seni dan Museum Kurangi Risiko Kematian Dini

PortalMadura.Com – Mengunjungi tempat wisata menjadi suatu hal yang diinginkan banyak orang. Karena, dengan berwisata akan membuat seseorang merasa lebih tenang dan nyaman setelahnya.

Selain berkunjung ke pantai, tempat religi, wahana air ataupun kolam renang, tidak sedikit beberapa orang yang juga mendatangi museum dan pameran seni. Sekilas tempat seni mungkin hanya untuk mengingat sejarah dan benda peninggalan para penjajah.

Tapi tahukah Anda, jika ternyata dengan mengunjungi museum bisa mengurangi risiko kematian dini atau bikin umur lebih panjang. Hal ini tidak hanya sekadar informasi asal semata, namun sudah ada penelitian yang menjelaskannya.

Sebagaimana menurut sebuah studi baru, sering mengunjungi teater, museum atau pameran seni dapat membuat Anda hidup lebih lama alias panjang umur. Bahkan, semakin sering Anda mengunjungi tempat tersebut, akan semakin besar kemungkinan umur Anda panjang.

Para peneliti dari University College London (UCL) menemukan bahwa orang yang sering terafiliasi dengan seni beberapa kali dalam sebulan, memiliki risiko kematian lebih rendah hingga 31% dibandingkan yang tidak.

Dilansir Liputan6.Com, yang dikutip dari CNN, jika Anda mengunjungi teater atau museum sebanyak satu atau dua kali seminggu dapat menurunkan risiko hingga 14%.

Para peneliti melihat data dari 6.000 orang dewasa di Inggris yang berusia 50 tahun atau lebih. Mereka merupakan peneliti yang secara khusus mempelajari soal penuaan.

Baca Juga : Ketahuilah, 7 Resep Rahasia Awet Muda dan Panjang Umur Lho?

“Di saat kebiasaan lainnya seperti merokok, minum alkohol dan olahraga masih meragukan terkait panjangnya umur, aktivitas yang berhubungan dengan seni ini ternyata dapat berpotensi membuat orang jadi panjang umur. Walaupun banyak orang tidak menyadarinya,” ujar profesor asosiasi di UCL’s Research Department of Behavioural Science and Health, Daisy Fancourt.

Seberapa sering seseorang terlibat dalam kegiatan seni, termasuk pameran, konser dan teater dihitung pada awal studi di tahun 2004 hingga 2005. Dengan kata lain, tingkat keseringan seseorang dalam mengunjungi museum seni tersebut bisa memengaruhi umurnya.

Jadi, masih ragu untuk berkunjung ke pameran seni atau museum?.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar