oleh

Tak Direstui Orang Tua, Nekat Nikah ‘STN’an

SUMENEP (PortalMadura) – Nikah STN-an akan menjadi pilihan tepat, manakala insan berlainan jenis menemukan jalan buntu untuk melanjutkan hubungan asmaranya. Pasangan tersebut, akan mencari sosok kiai yang bisa melegalkan hubungan mereka dalam ikatan tali perkawinan.

Namun tidak semua kiai di Sumenep berani menikahkan pasangan bermasalah tersebut, hanya segelintir kiai saja, yang berani menyatukan cinta dua pasangan lawan jenis dalam ikatan sebuah perkawinan. Pasangan bermasalah akan dinikahkan, meski tanpa kehadiran orang tua mereka.

“Saya tidak akan ragu-ragu menikahkan dua pasangan yang sedang kasmaran, meskiĀ  cinta keduanya ditentang orang tuanya,” kata MSJ, seorang kiai yang sering menikahkan pasangan bermasalah asal Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ia memaparkan, tidak adil rasanya bila dua insan berlainan jenis yang sedang dimabuk cinta tidak dinikahkan. Karena mereka akan melampiaskan perasaan cintanya ke hal-hal negatif, tidak terkecuali perbuatan zina.

Bila sudah tahu mereka, bahwa saling mencintai tapi tidak ada orang yang mau menikahkan, maka berdosalah orang tersebut. Apa lagi sampai melakukan hal yang dilarang oleh agama.

“Intinya, kita mengawinkan mereka dalam rangka menekan angka perzinahan di tengah- tengah masyarakat, kalau tidak begitu perzinahan akan terjadi dimana-mana,” bebernya.

MSJ menambahkan, dirinya tidak pernah menolak untuk mengawinkan dua insan berlainan jenis yang dimabuk cinta minta dinikahkan. Dalam sebulan tidak kurang dari 5 pasangan yang minta dinikahkan, dengan alasan saling cinta mencintai.

Pernikahan seperti itu oleh masyarakat dikenal dengan istilah kawin STN-an, karena tidak diketahui bapak serta ibunya saat melangsungkan pernikahan.

Selain itu, pasangan nikah STN-an tidak akan pernah memperoleh surat nikah dari KUA, karena mereka tidak pernah mendaftarkan pernikahannya ke kantor urusan agama. Ikuti terus penelusuran Wartawan PortalMadura, Samauddin (Bagian 3-Bersambung)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.