Tantangan dan Peluang Pariwisata Sumenep

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: Hartono
Tantangan dan Peluang Pariwisata Sumenep2
dok. Topeng Dalang Sumenep (@portalmadura.com)
    Bagikan:

Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kurang bergairah sejak 3 tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nihil kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2021 dan tahun sebelumnya, 2020 hanya 58 turis yang berkunjung ke ujung timur pulau Madura.

Sedangkan wisatawan domestik tercatat 208.035 jiwa di tahun 2020 dan 248.158 jiwa pada tahun 2021. Dua tahun terakhir itu dihadapkan dengan tingginya kasus pandemi Covid-19.

Pada awal pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Sumenep masih bergairah meski minim. Tercatat 1.612 jiwa wisatawan mancanegara di tahun 2019 dan wisatawan lokal mencapai 1.496.874 jiwa.

Puncak kunjungan wisatawan mancanegara sejak 5 tahun terakhir [2017-2021] terjadi pada tahun 2017. Wisatawan mancanegara yang datang ke Sumenep mencapai 4.036 jiwa dan 1.047.109 jiwa wisatawan domestik.

Pada tahun 2017, merupakan awal dicanangkannya tahun kunjungan wisata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep.

Satu tahun kemudian, yakni 2018, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara justru menurun. Tercatat hanya 2.996 jiwa dan mengalami kenaikan tipis bagi kunjungan wisatawan domestik, terdata 1.457.749 jiwa.

BPS pun mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara datang ke Sumenep tidak mendatangi semua objek wisata yang ada. Hanya satu dua objek wisata yang dikunjungi, yakni mayoritas ke Keraton Sumenep.

Sedangkan wisatawan domestik, justru wisata religi yang menjadi pilihan utama untuk datang ke Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2020, makam raja-raja Sumenep di Asta Tinggi, jumlah peziarah mencapai 71.913 jiwa dan makam Sayyid Yusuf di kepulauan Poteran, tembus 25.772 jiwa.

Sedangkan objek wisata alam, wisata budaya dan lainnya justru kalah dalam hal jumlah pengunjung. Misalnya, di tahun 2020, BPS menyajikan jumlah pengunjung pantai Lombang 13.928 orang, Mutiara Tirta tembus 19.281 pengunjung, objek wisata lainnya hanya berkisar ratusan hingga 8 ribu-an pengunjung.

Baca Juga:  Sumenep Tambah 2 Medali Emas dan 1 Perak

PortalMadura.Com mencatat, tingginya kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2017, senada dengan upaya pemerintah daerah yang sedang gencar-gencarnya melakukan promosi wisata dan sejumlah event digelar. Di tahun 2017, disebut-sebut sebagai tahun kunjungan wisata.

Pada pengembangan pariwisata Sumenep, dukungan masyarakat sangat membanggakan. Tak ada pembangkangan atau protes yang dapat menghambat dalam upaya pengembangan pariwisata Sumenep oleh pemerintah daerah.

Bahkan, justru sebaliknya. Dukungan besar masyarakat Sumenep luar biasa dan diluar dugaan. Buktinya, kaum milenial banyak menghasilkan dan menyajikan karyanya.

Sejumlah objek wisata bermunculan di berbagai sudut desa dan kota. Alam dikemasi, pantai didandani dan situs sejarah dipublikasikan. Ada 38 objek wisata yang disebutkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada April 2022.

Belum lagi tempat-tempat kuliner khas Sumenep yang mulai menjamur di wilayah kota Sumenep. Tempat nongkrong yang dikemas dengan istilah ‘kafe’ menjamur diberbagai ruas jalan kota.

Geliat aktivitas pariwisata yang dinilai menjanjikan itu, para pengusaha pun datang ke Sumenep. Salah satunya putra daerah MH Said Abdullah yang membangun dua hotel sekaligus di tahun 2019. Satu hotel bintang 3 [de Baghraf Hotel] menjulang di jantung kota Kabupaten Sumenep.

Menyusul pembangunan hotel bintang 4 [Myze Hotel by Luminor] yang digarap sejak tahun 2021. Hingga tahun 2022 ini masih dalam proses penyelesaian yang ditarget selesai tahun ini.

Dari gambaran tersebut, menunjukkan minat para investor untuk menanamkan investasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cukup tinggi. Sayangnya, kurang didukung dengan pembangunan infrastruktur jalan yang membuat momok bagi pengunjung wisata.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengumumkan, APBD pada tahun anggaran 2022 ditargetkan mencapai Rp. 2.349.231.639.361,-. Namun, besaran anggaran ini, belum tentu mampu membuat jalan kabupaten sepanjang 1.542.360 Km [2020] menjadi mulus.

Baca Juga:  Produktivitas Gol Tim Al Amin vs Al Furqon

Tantangan dan Peluang Pariwisata Sumenep3

Kesiapan Sumenep menjadi jujukan wisata yang menjadi idola para pelancong mancanegera tentunya masih jauh dari harapan para pihak. Meskipun sudah ada contoh yang digambarkan Kabupaten Banyuwangi yang merupakan tetangga dekat dengan wilayah Sumenep.

Selain, kelengkapan sarana dan prasarana di objek wisata yang masih butuh sentuhan, juga butuh kesiapan SDM yang memiliki kapasitas, baik pada bidang perhotelan, kuliner, kesiapan lingkungan dan lainnya.

Keselarasan program antar organisasi perangkat daerah guna membangkitkan dunia pariwisata Sumenep juga perlu terus digodok. Tentunya, harus dimulai dari inovasi dan kreativitas pemerintah daerah yang digawangi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar).

Pengembangan pariwisata yang menjadi motor penggerak utama adalah pemerintah sebagai decision making di setiap rencana-rencana pembangunan.

Decion making atau pengambilan keputusan yang tepat merupakan proses membuat pilihan dengan mengidentifikasi keputusan, mengumpulkan informasi dan menilai resolusi alternatif.

Dalam konteks pemerintahan, pengambilan keputusan merupakan aspek penting dari tanggungjawab pemerintah. Ini adalah proses dimana pemerintah memilih tindakan-tindakan yang paling logis dan sesuai dengan situasi tertentu. Tindakan cepat, cerdas dan inovatif itulah yang sedang kita tunggu bersama.(salam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.