oleh

Terungkap Alasan PT Tanjung Odi Nekat Buka Meski Pekerjanya Positif Covid-19

PortalMadura.Com, Sumenep – PT. Tanjung Odi yang merupakan perusahan memproduksi rokok di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga hari ini nekat tetap beroperasi.

Meski diakui oleh Ricky Cahyo selaku PJA PT. Tanjung Odi, bahwa sejumlah pekerjanya ada yang sedang diistirahatkan karena kesehatannya. “Kami tetap berproduksi,” katanya, Senin (22/6/2020).

Ricky Cahyo memastikan jika pekerjanya yang ada di pabrik dalam kondisi sehat. “Saat ini, yang bekerja di pabrik dalam kondisi sehat dan sehat untuk bekerja,” tegasnya.

Ia menyampaikan, para pekerja yang diistirahatkan karena kesehatannya yakni sebelum berproduksi. “Agar dipahami sehingga tidak menjadi polemik, ya. Sebelum tanggal 4 Juni (produksi hari pertama), sebelum itu (pekerja tidak sehat) sudah diistirahatkan,” kembali menegaskan.

Saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Jalan Trunojoyo, Sumenep, Ricky Cahyo menyampaikan, tetap beroperasinya PT Tanjung Odi karena yang dilakukan adalah padat karya.

“Yang kami lakukan adalah industri padat karya. Banyak yang bergantung pada kami. Ekonomi Sumenep banyak di sana (PT Tanjung Odi, red). Kami berharap tidak seperti itu (tidak ditutup, red). Kami selalu mengikuti arahan pemerintah,” tandasnya.

Baca Juga : Bupati Sumenep Pastikan Tak Ada Pembukaan Tempat Wisata, Nyawa Orang Lebih Penting!

Upaya untuk mendukung pencegahan Covid-19, pihaknya menjalankan protokol Covid-19 seperti yang dianjurkan oleh pemerintah dan kerja sama dengan Satgas Covid-19.

Penerapannya, kata dia, melakukan tes skrining awal saat memasuki area produksi kepada semua pekerja. “Jika ditemukan pekerja yang tidak sehat dilakukan pemeriksaan lanjutan difasilitas layanan kesehatan kami,” terangnya.

Selain itu, pihaknya memastikan pekerja yang tidak sehat dan memiliki riwayat di zona merah tidak memasuki area pabrik dan ada pemberitahuan di area pintu masuk.

“Kami juga memastikan sirkulasi udara yang baik, cuci tangan dan mewajibkan mengikuti protokol kesehatan dan menggunakan masker baru setiap hari,” urainya.

Pembersihan dengan penyemprotan disinfektan juga dilakukan serta membatasi penggunaan fasilitas umum dan pemberian vitamin.

“Mereka yang diistirahatkan (positif corona, red) tetap mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja kami,” katanya.

Lima pekerja perusahaan

Penulis : Hartono
Editor : Raudatul Fitrah
Tirto.ID
Loading...

Komentar