oleh

Tolak Undangan Demokrat, Jokowi Masih Pelajari Visi-Misinya Sendiri ?

PortalMadura.Com, Jakarta – Signal penolakan pemaparan visi-misi calon Presiden atas undangan ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, Aneh rasanya jika seorang calon Presiden menolak undangan untuk memaparkan visi-misinya. Pasalnya, pemaparan visi-misi sangatlah penting, sebagai gambaran kepada masyarakat mengenai arah serta tujuan yang akan di jalankan melalui berbagai program jika terpilih kelak.

Jajat menilai, jika benar pernyataan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo tersebut, maka akan menjadi kerugian besar bagi Jokowi-JK. Pasalnya, meski undangan tersebut dilayangkan SBY dengan kapasitasnya sebagai ketua partai, jika memang telah siap dan memahami visi misi yang akan dibawanya kenapa mesti takut ketika ada tantangan pemaparan visi dan misi capres 2014 ?

iklan hari santri

“Ini adalah momen yang tepat bagi kedua capres untuk membuktikan kesiapannya memimpin Indonesia.“ Ujar jajat dalam rilisnya yang di terima redaksi PortalMadura.Com, Jumat (30/5/2014).

Dalam hal pencapaian suatu tujuan diperlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa dikatakan visi dan misi adalah suatu konsep perencanaan yang disertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang direncanakan untuk mencapai satu tujuan. Namun, ketika ada keraguan mengenai visi dan misi yang dibawa tentu akan timbul pertanyaan di masyarakat layakkah orang tersebut dijadikan pemimpin ? Tutup Jajat.(nia)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.