oleh

Tradisi Lebaran, Bagi-Bagi Angpao Juga Dilakukan Anak Pada Ortu

PortalMadura.Com, Purwokerto – Tradisi lebaran Idul Fitri di Pulau Garam Madura, Jawa Timur tidak jauh berbeda dengan masyarakat muslim di Purwokerto, Jawa Tengah. Salah satunya diakui Tari Dwi Dewi.”Tradisi angpao juga dilakukan dikeluarga saya, baik pada anak-anak maupun anak pada orang tuanya (Ortu)” ujar Tari (24), warga Purwokerto, pada PortalMadura.Com, Selasa (29/7/2014) malam.

Sebagai orang Jawa,  kata dia, yang pertama dilakukan yakni sembah sungkem terhadap orang tua dan sembah sungkem terhadap tertua di keluarga. “Lalu, makan berjamaah dengan semua keluarga besar,” lanjutnya.

Yang unik dikeluarga Tari, makannya diawali dengan suapan kepada ‘Eyang Canggah’ (sebutan pada keluarga tertua) dan dilanjutkan dengan suapan pada Eyang Canggah sepuh lainnya secara bergiliran. “Hal ini dilakukan setiap kali lebaran dan momen tertentu,” ucapnya.

iklan hari santri

“Jadi kadang kita belum makan udah kenyang duluan, karena udah dapet banyak suapan makanan dari eyang eyang tercinta kita,” sambungnya.

Bagi-bagi angpao juga dilakukan, baik pada cucu dan cicit. Bahkan, dilakukan oleh anak-anaknya yang sudah kerja pada orang tuanya. “Tari yang masih baby, sampai yang sudah dewasa pun sama rata, semuanya dapet,” kata wanita yang selalu tampil cantik ini.

Usai membagi-bagikan angpao, seluruh keluarga beramai-ramai pergi berziarah ke makam leluhur. “Selain mendokan, juga bagian dari silaturrahmi antar keluarga, sehingga secara turun temurun tidak akan hilang termasuk makamnya (kuburan, red),” pungkasnya.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.