oleh

Tradisi ‘Ojung’ Nyaris Punah

Sumenep (PortalMadura)– Budaya Ojung atau olahraga mengadu kekebalan tubuh serta kelihaian dalam memukul menggunakan rotan terhadap lawan di Kabupaten Sumenep, nyaris punah.
 
Untuk melestarikannya kembali, tradisi Ojung digelar di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep atau berjarak 24 km dari jantung kota. Bahkan, di desa lainnya, seperti Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih dan di wilayah Kecamatan Ambunten juga digelar.
 
Konon, tradisi Ojung tempo dulu, sering digelar saat selamatan desa, tolak balak atau sedang mendapat kegembiraan bersama disuatu wilayah. Sehingga mereka berkumpul dan mengadu kekuatan tubuh sebagai bentuk kebersamaan dan wahana silaturrahmi antar warga.
 
Tak semua orang bisa ikut serta menjadi pemain dalam olahraga ini. Tradisi Ojung, selain harus berani dan bertubuh kebal, juga kekuatan memukul dengan rotan serta seni menghindar dari pukulan lawan menjadi tolak ukur peserta Ojung.
 
Jika tidak, maka pukulan rotan yang disediakan khusus oleh panitia bakal melukai kulit pemain hingga berlumuran darah.
 
Seringkali terjadi bagi pemain pemula, pukulan rotan berukuran besar yang menyasar di lengan dan tubuh bagian belakang dan samping melukai kulit dengan darah segar mengalir.
Penulis : Hartono
+

Komentar