oleh

Umat Islam, Begini Cara Raih Lailatul Qadar

PortalMadura.Com – Salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dan penuh keberkahan, yaitu bulan Ramadan. Di bulan ini terdapat malam spesial yang dikenal dengan nama lailatul qadar.

Bahkan, setiap umat muslim berlomba-lomba melakukan kebaikan demi mendapatkan rahmat saat lailatul qadar tiba. Namun, Rasulullah tidak menyebutkan pasti kapan lailatul qadar terjadi. Oleh sebab itu, setiap muslim diperintahkan untuk memperbanyak amal salih sejak Ramadan datang demi menyongsong lailatul qadar.

Sejumlah ulama percaya, bahwa para malaikat turun ke bumi dan Allah membuka pintu ampun dengan lebar saat lailatul qadar tiba. Siapapun yang meminta maaf bakal dikabulkan permintaannya. Orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh niscaya bakal dikabulkan oleh Allah.

Lantas, apa doa yang sebaiknya dipanjatkan pada malam-malam terakhir di bulan Ramadan?. Imam Nawawi menyebut, Rasulullah menganjurkan umatnya memperbanyak doa selama Ramadan.

Salah satu doa yang baik dibaca berulang kali pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan adalah, “allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).

Selain itu, pakar tafsir Alquran, Quraish Shihab, dalam bukunya “Lentera Alquran: Kisah dan Hikmah Kehidupan”, menyebut lailatul qadar sebagai malam yang sangat mulia. Dia mengibaratkan lailatul qadar sebagai tamu agung yang hendak berkunjung ke suatu tempat.

“Sambutlah lailatul qadar dengan menyucikan diri. Memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan berbagai kegiatan positif. Boleh jadi sekian banyak orang menyambutnya, namun dia (lailatul qadar, red) datang ke tempat yang tak terduga,” kata Quraish Shihab.

Lalu, bagaimana tanda datangnya lailatul qadar?. Hal itu dijelaskan melalui firman Allah dalam surat Al Qadr. Pertama, lailatul qadar ditandai dengan turunnya malaikat ke bumi. “Orang yang memperoleh lailatul qadar biasanya merasa selalu dibimbing oleh malaikat. Selalu ada kedamaian dalam hidupnya. Itu tanda yang paling jelas,” sambung Quraish Shihab.

Apakah lailatul qadar selalu terjadi pada malam ganjil?. Tidak, tidak ada kepastian bahwa lailatul qadar tejadi pada malam ganjil.

“Nabi Muhammad tidak menyebutkan pasti kapan lailatul qadar datang. Beliau hanya menyebut kemungkinan terjadinya pada malam ganjil, tapi itu bukan suatu hal yang mutlak. Jadi, semestinya kita menyambut sejak awal Ramadan. Bahkan, Nabi mengajarkan kita mulai menyiapkan diri sejak bulan Rajab agar patut menerima kedatangan tamu agung, lailatul qadar,” tutup Quraish Shihab. Wallahu A’lam. (okezone.com/Salimah)


Tirto.ID
Loading...

Komentar