oleh

Umat Islam, Ini 5 Keutamaan Bulan Dzulhijjah

PortalMadura.Com – Bulan Dzulhijjah merupakan bulan terakhir dalam tahun hijriah. Selain itu, juga menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk melakukan berbagai macam kebaikan. Salah satunya yaitu berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Tanggal sepuluh Dzulhijjah jatuh pada tanggal 20 Juni 2021 dan juga dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia sebagai hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Ada beberapa keutamaan bulan Dzulhijjah. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman inews.id, berikut penjelasannya:

10 Hari Pertama Istimewa

Selain sebagai bulan haram, Keutamaan Bulan Dzulhijjah ada 10 hari pertama yang disebutkan secara khusus. Keistimewan dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah keistimewaan yang datangnya langsung dari syariat. Al-Quran secara khusus menyebut hari-hari istimewa tersebut dengan al-Ayyam al Maklumat (hari-hari yang telah diketahui).

Allah SWT berfriman: ‘‘supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.

Imam As Syafi’i menyebutkan bahwa maksud dari hari-hari yang diketahui adalah sepuluh hari yang pertama dari bulan Dzulhijjah itu. Rasulullah SAW bersabda: “Tiada suatu amal perbuatan di hari mana pun yang lebih utama daripada amal pada hari-hari ini (10 hari pertama Bulan Dzulhijjah).” (HR. Imam Bukhori)

Dijadikan Sumpah

Keutamaan bulan Dzulhijjah berikutnya yakni 10 hari pertama itu dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah dalam Surat Al Fajr. Allah berfirman: ”Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil. (QS. Al Fajr: 1-2). Dan malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah sepuluh (pertama) dari bulan Dzulhijjah, sebagaimana telah dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan selain mereka baik dari kalangan salaf maupun khalaf”. Allah SWT bersumpah dengan matahari, bulan, bintang, langit, bumi, dan beragam jenis waktu yang kita ketahui. Biasanya makhluk yang dijadikan sumpah oleh Allah SWT itu ada keistimewannya. Termasuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Disebutkan Dalam Hadits Nabi SAW

Secara Khusus Rasulullah SAW secara spesifik menyebut hari-hari istimewa yang 10 itu sebagai hari-hari paling utama yang ada di dunia. Karena penyebutan paling utama inilah, para ulama ada yang kemudian menyimpulkan bahwa hari-hari tersebut bahkan lebih utama dari hari-hari mulia penuh berkah 10 hari terakhir dari bulan Ramadan.

Hadis yang dimaksud itu adalah riwayat Ibnu Katsir. Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya malam yang sepuluh itu adalah malam yang sepuluh bulan Dzulhijjah, dan al-watr (ganjil) adalah hari ‘Arafah, sedangkan asy-syaf’u (genap) adalah Hari Raya Kurban.

Amalan Paling Dicintai Allah

Selain hadis dalam keutamaan ketiga di atas, penyebutan khusus juga ada dalam hadis berikut ini. Hadis ini lebih menekankan tentang betapa Allah SAW jauh lebih mencintai suatu amalan ibadah tertentu jika amalan tersebut dilakukan di hari-hari tersebut. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibn ‘Abbas,

Rasulullah bersabda: Tiada suatu hari pun yang amal saleh lebih disukai oleh Allah padanya selain dari hari-hari ini. Yakni sepuluh hari pertama dari Bulan Dzulhijjah. Mereka (para sahabat) bertanya, “Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah?” Rasulullah Saw. menjawab: Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah, terkecuali seseorang yang keluar dengan membawa hartanya untuk berjihad di jalan Allah, kemudian tidak pulang selain dari namanya saja.

Berkumpulnya Beragam Ibadah

Al-Hafidz Ibnu Hajar (w. 852 H) dalam kitabnya Fath al-Bari mengatakan: “Yang tampak terkait sebab menjadi istimewanya sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah adalah karena terhimpunnya induk-induk ibadah di dalamnya. Yaitu; shalat, puasa, sedekah, dan haji. Di mana untuk waktu-waktu yang lain, hal demikian tidak akan bisa terjadi.

Wallahu A’lam.

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : inews.id

Komentar