Umat Islam, ini 5 Keutamaan Salat Tarawih

Editor: Desy Wulandari
Umat Islam, Ini 5 Keutamaan Salat Berjamaah di Masjid
Ilustrasi (SINDOnews)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Salat tarawih merupakan salat sunah yang dikerjakan saat bulan Ramadan secara berjamaah. Hukumnya sunah (dianjurkan) dan termasuk qiyamul lail atau salat malam serta dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan.

Ada beberapa keutamaan mengerjakan salat tarawih yang perlu umat muslim ketahui. Apa saja keutamaannya? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com yang dikutip dari Muslim.or.id, berikut ini penjelasannya:

Mendapat Ampunan Dosa yang Telah Lalu

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barang siapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari Nomor 37 dan Muslim 759).

Hal yang dimaksud qiyam Ramadan adalah salat tarawih sebagaimana diterangkan An-Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101)

Hadis ini memberitahukan bahwa salat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. (Fathul Bari, 6/290)

Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadis ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadis, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An-Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. (Lihat Fathul Bari, 6/290)

Salat Tarawih Bersama Imam Seperti Salat Semalam Penuh

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda yang artinya: “Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR Ahmad dan Tirmidzi. Syekh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan hadis ini shahih)

Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan salat tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam sampai selesai.

Salat Tarawih Adalah Seutama-utamanya Salat

Ulama-ulama Hanabilah (Mazhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya salat sunah adalah salat yang dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Sebab, salat seperti ini hampir serupa dengan salat fardhu.

Kemudian salat yang lebih utama lagi adalah salat rawatib (salat yang mengiringi salat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Salat yang paling ditekankan dilakukan secara berjamaah adalah salat kusuf (salat gerhana) kemudian salat tarawih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah, 2/9633)

Bisa Meraih Lailatul Qadar

Seorang mukmin diperintahkan memperbanyak dan bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Sebab di 10 malam yang terakhir inilah terdapat lailatul qadar yang Allah SWT telah mengabadikannya dalam firman-Nya: “Malam lailatul qadar adalah lebih baik dari 1.000 bulan.” (QS Al Qadar: 3)

Terdapat riwayat yang menerangkan tentang pahala menghidupkan malam lailatul qadar yaitu sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari Nomor 1768 dan Muslim 1268)

Lebih Dekat dengan Allah SWT

Qiyam Ramadan atau mengisi malam-malam Ramadan dengan mendirikan salat merupakan ibadah yang paling agung dan kesempatan seorang hamba mendekatkan dirinya kepada Allah SWT di bulan yang mulia ini.

Al Hafidz Ibnu Rajab berkata: “Ketahuilah sesungguhnya dikumpulkan bagi seorang mukmin di bulan Ramadan dua jihad sekaligus bagi dirinya: Jihad untuk berpuasa di waktu siang, dan jihad di waktu malam untuk menghidupkan malam dengan qiyamul lail. Maka barang siapa yang menghimpun dua jihad ini sekaligus akan diberikan pahalanya dengan tanpa ada batasan.”

Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.