oleh

Umat Islam, Ini 6 Keutamaan Bulan Syawal

PortalMadura.Com – Setelah bulan Ramadan akan datang bulan Syawal. Salah satu bulan baik yang menjadi tolak ukur tanda ketakwaan dan meningkatnya iman seseorang. Sebab, biasanya selepas puasa Ramadhan, ibadah dan ketakwaan seseorang kendur.

Oleh karena itu, Bulan Syawal ini seorang muslim dituntut istikamah atas apa yang telah dilakoni selama Ramadan. Dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah serta amalan kepada Allah SWT. Karena ada beberapa keutamaan di bulan syawal yang perlu umat Islam ketahui. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman inews.id, berikut beberapa keutamaan bulan syawal.

Bulan Peningkatan Ibadah

Syawal adalah bulan peningkatan amal kebaikan, oleh karena itu, kita diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas ibadah setelah satu bulan sebelumnya menjalani ibadah puasa Ramadan dan juga di bulan-bulan selanjutnya.

Kata “Syawal” berasal dari bahwa Arab, yaitu syala yang berarti irtafa’a, naik atau meninggi. Orang Arab biasa berkata, syala al-mizan (naik timbangan), idza irtafa’a (apabila ia telah meninggi).

Bulan Fitrah

Syawal adalah bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya setelah selama sebulan penuh di Bulan Ramadan digembleng menjalankan puasa dan ibadah lainnya.
Dengan catatan, ibadah puasa yang dijalaninya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keimanan. Hal ini sesuai hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).

Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Pahalanya Setara Puasa Setahun

Keutamaan bulan Syawal yang pertama ialah puasa 6 hari di bulan Syawal. Puasa 6 hari pada bulan Syawal ini biasanya dilakukan mulai hari kedua dari bulan Syawal, karena di hari pertama adalah hari raya idul fitri yang diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan, puasa 6 hari di bulan Syawal ini menjadi pelengkap atau penyempurna amalan pada bulan Ramadan.

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.”

Dalam hadis lain disebutkan:
Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih).

Bulan Baik untuk Menikah

Keistimewaan bulan Syawal selanjutnya adalah melaksanakan pernikahan. Syawwal berasal dari kata syalatil ibilu aznabaha lit taraq yang artinya unta itu mengangkat ekornya untuk kawin. Dijamakkan dalam bentuk syawawil, syawawil, dan syawalat.

Menikah pada bulan Syawal ini tidak ditentukan pada tanggal berapa pun dan pada hari apa pun, karena sudah termasuk suatu kebaikan bagi yang melaksanakannya.

Seperti yang dikisahkan dalam hadis muslim dari istri rasulullah Saw yaitu Aisyah ra: “Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” (HR. Muslim, An Nasa’i).

Bulan Silaturahim

Bulan Syawal juga disebut Bulan Silaturahim. Di bulan ini, Muslim lazim melakukan anjangsana ke rumah saudara, kerabat maupun tetangga untuk bersalam-salaman dan bermaaf-maafan.

“ Tidak halal bagi seorang muslim tidak menegur sapa terhadap saudara muslim lainnya melebihi tiga malam. Keduanya berjumpa tapi saling berpaling. Dan yang paling baik di antara keduaanya yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Abu Daud).

Bulan Keceriaan

Keutamaan lainnya dari bulan Syawal adalah, bulan penuh keceriaan. Di bulan Syawal, seluruh umat Islam harus merasa bahagia. Maka, bagi masyarakat yang tergolong miskin mendapatkan zakat fitrah dari para Muzakki.

Wallahu A’lam.

 

 

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber: inews.id

Komentar