Umat Islam, Ini 7 Hadis Penjelasan Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadan

Editor: Desy Wulandari
Jangan-Salah,-Ini-Tujuan-Ziarah-Kubur-yang-Sebenarnya
Ilustrasi (iNews)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Umumnya masyarakat muslim Indonesia menjalankan tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadan. Hal ini dilakukan dengan maksud mendoakan orang yang telah meninggal dunia atau orang yang ada di dalam makam tersebut sambil menginggat kematiannya.

Praktik ritual keagamaan ziarah kubur di antaranya membaca salam ketika masuk ke makam, membersihkan lingkungan dari dedaunan dan rerumputan yang ada di kanan kiri makam yang akan diziarahi, membaca Alquran, dan dilanjutkan dengan berdoa.

Ada beberapa hadis yang memberikan penjelasan ziarah kubur jelang Ramadan. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

Hadis Riwayat Turmudziy

“Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin ke makam ibunya, maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.”

Hadis Riwayat Turmudziy

“Sebagian ilmuwan berpendapat hadis tersebut diucapkan sebelum Nabi Muhammad SAW membolehkan melakukan ziarah kubur, akan tetapi setelah beliau membolehkannnya, maka laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan tersebut.”

Hadis Riwayat Abu Dawud

“Dari Ma’qal bin Yasar, beliau berkata : Rasulullah SAW bersabda : Bacalah Surah Yasin untuk mayit-mayit kamu sekalian.”

Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah

“Rasulullah berziarah ke makam Syuhada’ dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’ , dia mengucapkan salam mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan (HR. Muslim dan Ahmad dan Ibnu Majjah).”

Baca Juga:  Suami Memukul Istri, Ini Hukumnya dalam Islam

Kitab I’anah al-Thalibin

“hadis riwayat Hakim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa melakukan ziarah ke makam orangtuanya setiap hari Jumat, maka Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti batinya kepada orangtua.”

Kitab Kasyf al-Syubuhat

“Suatu hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dan Hakim dalam kitab Nawadly al Ushul, hadis dari Abdul Ghofur bin Abdul Aziz , dari Ayahnya, dari kakeknya, dan mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Amal manusia itu dilaporkan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis lalu diberitahukan kepada para Nabi, kepada bapak-bapak, ibu-ibu mereka yang lebih dulu meninggal pada hari Jumat. Mereka gembira bila melihat amal-amal baiknya, sehingga nampak wajah mereka bersinar putih berseri.”

Kitab Kasuf al-Syubuhat

“hadis dari Hisyam bin Salim: Setelah 75 hari ayahnya (Nabi Muhammad) meninggal, Fatimah tidak lagi tampak murung, ia selalu ziarah ke makam para syuhada dua hari dalam seminggu yakni setiap hari Senin dan Kamis, sambil berucap: di sini makam Rasulullah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.