oleh

Umat Islam, Ini 7 Keistimewaan Khadijah yang Perlu Diketahui

PortalMadura.Com – Khadijah merupakan istri pertama dan sangat dicintai Rasulullah SAW. Tokoh muslimah yang mendukung perjuangan Islam dan menjadi orang pertama yang masuk Islam.

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan : “Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulillah SAW, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.”

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Ada beberapa keistimewaan Khadijah yang perlu umat Islam ketahui. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com yang dikutip dari laman Fairobserve, berikut ini penjelasannya:

Perempuan Saudagar Sukses

Khadijah lahir dari seorang ayah yang merupakan saudagar sukses Suku Quraisy di Makkah. Dia mewarisi kemampuan berniaga ayahnya yang saat itu kemampuan tersebut didominasi oleh kaum laki-laki.

Ketika ayahnya wafat, Khadijah mengambil alih seluruh bisnis dan perniagaan ayahnya yang terbentang dari Makkah sampai Syiria dan Yaman. Ia merekrut orang-orang terpercaya dan memiliki keberanian untuk mengarungi perjalanan yang berbahaya. Bisnis yang dikelolanya merupakan yang paling sukses dari seluruh kaum Quraisy sehingga ia memiliki reputasi yang tinggi.

Khadijah memiliki pandangan dan intuisi yang tajam sehingga dijuluki sebagai Ameerat Quraisy atau pimpinan Quraisy dan Al Taahiraa atau sosok yang suci.

Khadijah sangat paham terhadap apa yang sedang ditekuninya. Dia tidak pernah mempermasalahkan kepribadiannya yang sederhana dengan integritas yang tinggi, dan dia hanya merekrut orang-orang yang memenuhi standardisasinya.

Menolak Banyak Lamaran Laki-Laki

Menjadi perempuan cantik dan sukses dalam perniagaan, serta memiliki karakter yang baik, membuat Khadijah diperebutkan oleh banyak laki-laki. Dia sudah pernah menikah sebanyak dua kali sebelum akhirnya menikah dengan Nabi Muhammad SAW.

Dari dua pernikahannya, Khadijah dianugerahi keturunan dan menjadi janda sebab dua suaminya meninggal dunia. Dia enggan mengalami rasa sakit atas kehilangan untuk ke sekian kalinya, sehingga memutuskan untuk menjadi janda dan merawat anak-anak serta keluarganya.

Meminta Nabi Muhammad SAW Menikahinya

Cinta datang ketika kita tidak mencarinya. Khadijah menolak banyak laki-laki, tapi jatuh hati kepada Rasulullah SAW. Khadijah diam-diam mengamati kepribadian Rasulullah SAW yang luar biasa. Hal ini tergambar saat Nabi Muhammad SAW mengendalikan kafilah dagangnya yang dipimpin oleh pamannya Abu Thalib bin Abdul Muthalib.

Menikah pada saat ini menjadi kebutuhan untuk berteman, tidak selamanya menikah berdasarkan cinta. Berbeda dengan Khadijah, ia tidak membutuhkan lelaki untuk menopang perekonomiannya sebagaimana Rasulullah SAW tidak membutuhkan harta untuk mencari seorang istri.

Dia jatuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan memintanya untuk menjadikan dirinya sebagai istri. Nabi Muhammad SAW pun menerimanya.

Usia Khadijah Lebih Tua 15 Tahun dari Nabi Muhammad

Khadijah telah mematahkan cara pandang umum tentang pernikahan di mana perempuan harus lebih muda dari laki-laki. Khadijah menikah dengan Rasulullah SAW saat usianya sudah 40 tahun. Sedangkan Nabi Muhammad SAW masih berusia 25 tahun.

Khadijah Contoh Istri Ideal

Rumah tangga dibangun Rasulullah saw dengan Khadijah menjadi contoh sekaligus teladan bagi umat. Mereka adalah bukti kisah cinta sejati. Sebagaimana firman Allah: “Istrimu adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.” (QS Al Baqarah: 187)

Budaya poligami merupakan sesuatu yang lumrah, akan tetapi Khadijah dan Nabi Muhammad SAW mengamalkan praktik monagami hingga Khadijah meninggal setelah mengarungi bahtera pernikahan selama 25 tahun.

Fase kenabian Muhammad SAW dimulai saat masih dalam ikatan pernikahan dengan Khadijah. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril di Gua Hira. Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dalam keadaan ketakutan dan tertekan.

Khadijah kemudian melindungi dan meyakinkan suaminya dalam masa-masa sulit yang hadir dalam hidupnya. Bersama Nabi Muhammad SAW, Khadijah dianugerahi enam anak.

Orang Pertama Masuk Islam

Khadijah merupakan orang pertama di dunia yang memeluk agama Islam. Ia meyakini Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam utusan terakhir Allah SWT dan Alquran sebagai pedoman hidup.

Khadijah juga menyampaikan ucapan “salam” kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang dilakukan oleh Jibril dan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Khadijah mewariskan seluruh harta bendanya dan meletakkan dirinya di barisan terdepan untuk melindungi Nabi Muhammad SAW dari bahaya dalam menyebarkan agama Islam.

Menghabiskan Hartanya di Jalan Allah Ta’ala

Dalam ajaran agama Islam, seseorang yang berada dalam masa kaya maupun miskin merupakan sebuah ujian. Khadijah membagikan seluruh harta bendanya kepada orang-orang miskin, yatim piatu, janda, dan orang-orang yang sakit. Juga menolong para gadis yang ingin menikah dan menyediakan maskawin bagi mereka.

Khadijah menjadi perempuan hebat sepanjang sejarah umat manusia. Bahkan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Ada empat perempuan hebat sepanjang sejarah umat manusia. Mereka adalah Khadijah Binti Khuwaylid, Fathimah Binti Muhammad, Maria Binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.”

Khadijah memberikan teladan bagi orang banyak sampai hari ini. Ia menghormati dan menjaga Rasulullah SAW untuk mengenalkan Islam kepada dunia dengan perangainya yang santun, rendah hati, berani, serta pandai. Khadijah adalah contoh perempuan yang akan dikenang sepanjang waktu.

Wallahu a’lam bishawab.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar