oleh

Umat Muslim, Begini Resep Bahagia Orang Beriman dalam Islam

PortalMadura.Com – Kebahagiaan dalam kehidupan tentu menjadi idaman semua orang, termasuk umat Islam. Hidup yang bahagia pun menjadi salah satu tujuan hidup terbesar hingga mereka berlomba-lomba mencapai kebahagiaan melalui harta kekayaan, pencapaian karir, ataupun melalui keluarga. Namun sayangnya, tak banyak orang yang menyadari bahwa kebahagiaan sebenarnya berasal dari hati. Hatilah yang dapat menentukan bahagia atau tidaknya seseorang.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan seorang Mukmin sejati itu! Semua perkaranya adalah baik semata. Itu tidak terjadi kecuali pada orang Mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu lebih baik baginya. Bila mendapatkan ujian, ia bersabar, dan itu lebih baik baginya” (HR Bukhari-Muslim).

Seorang Mukmin sejati bisa tetap tegar dan sabar dalam situasi paling sulit sekalipun. Justru, melalui situasi sulit itulah Anda kian mantap dan yakin bahwa Allah sedang menguji keimanannya. Dengan ujian itu, ia semakin bahagia. Sebab, ada potensi bagi dirinya untuk lulus sebagai hamba Allah yang sejati.

Seorang mukmin sejati adalah peraih bahagia sejati. Sebab, tiap keadaan ia sikapi dengan benar. Ketika mendapat kenikmatan, ia bersyukur. Ketika mendapat musibah, ia bersabar. Rahasianya, karena dia tidak pernah lepas dari mengingat Allah. Semua persoalan hidup ia kembalikan kepada Allah.

Dilansir dari laman republika.co.id, jika mayoritas manusia kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh menuju bahagia maka hal ini tidak pernah dialami oleh seorang mukmin. Bagi seorang mukmin jalan kebahagiaan sudah terpampang jelas di hadapannya. Cita-cita agar mendapatkan kebahagiaan terbesar mendorongnya untuk menghadapi beragam kesulitan.

Terdapat berbagai keterangan dari wahyu Allah sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwasanya dirinya sudah berada di atas jalan yang benar dan tepat Allah berfirman “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’aam: 153)

Yang Maha memiliki, Maha mengatur, dan Maha membagi hanyalah Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu, tidak sedetik pun seorang Mukmin merasa persoalan hidup adalah bebannya saja. Ia tak pernah merasa kesepian. Ia selalu kembali kepada Allah SWT, Sang Pemilik semua kehidupan ini.

Ia tetap menjalani hidup dengan tenang. Produktivitasnya tidak menurun meski diimpit kesulitan. Terlebih lagi dengan hubungan vertikalnya kepada Sang Pencipta. Ia menatap kehidupan dengan senyum penuh optimisme masa depan, baik masa depan di dunia maupun di akhirat. Itulah zikir seorang hamba yang benar-benar aplikatif!

Rewriter : Nurul Hijriyah
Sumber : Republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar