oleh

Umat Muslim, Ini 3 Adab Penting saat Khotbah Jumat

PortalMadura.Com – Ibadah salat Jumat wajib bagi laki-laki yang baligh. Dalam salat Jumat ada khotbah yang disampaikan oleh khatib. Keutamaan menyimak khotbah Jumat ini sangat besar.

Oleh karena itu, ada beberapa adab yang wajib dilakukan jamaah saat menyimak khotbah jumat. Apa saja? Sebagaimana dialnsir PortalMadura.Com dari laman okezone.com yang dikutip dari laman Muslim.or.id, berikut ini penjelasannya:

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Dilarang Berbicara

Seorang jamaah Salat Jumat juga tidak boleh berbicara sedikit pun ketika khotbah sudah dimulai. Perbuatan ini bisa membuatnya tidak mendapat pahala dari ibadah tersebut.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika kamu berkata kepada temanmu, ‘Diamlah’, sementara imam sedang berkhotbah di hari Jumat, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Maksud sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: faqod laghouta Artinya: “… sungguh ia telah berbuat sia-sia.”

Dalam hadis tersebut maksudnya pelaku terluputkan dari pahala Salat Jumat.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi terdapat kalimat tambahan: Artinya: “… barang siapa berbuat sia-sia, maka tidak ada pahala Salat Jumat untuknya.” (Imam Tirmidzi berkata: Hadis ini hasan sahih. Para ulama hadis lainnya menilai hadis ini dha’if, hanya saja maknanya benar)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Dan barang siapa yang berbuat sia-sia dan melangkahi pundak-pundak manusia, maka Jumatannya itu hanya bernilai Salat Zuhur.” (HR Abu Dawud Nomor 347. Dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud)

Perbuatan tersebut tidak membatalkan Salat Jumat-nya. Ibadahnya tetap sah, namun terluput dari pahala Salat Jumat. Cukuplah ini kerugian yang sangat besar bagi seorang mukmin.

Dalam hadis lain dijelaskan tentang adab ketika khatib sedang khotbah Jumat: “Barang siapa yang berwudu lalu memperbagus wudunya kemudian dia mendatangi Salat Jumat, dia mendengarkan khotbah dan diam, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat ini dengan Jumat yang akan datang, ditambah tiga hari. Dan barang siapa yang bermain kerikil, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (HR Muslim)

Khatib Boleh Mengingatkan Jamaah bila Diperlukan

Ada pengecualian dalam pelaksanaan khotbah Jumat, yaitu dibolehkan bagi khatib untuk mengingatkan jamaah bila memang diperlukan. Hal ini sebatas kebutuhan saja. Artinya, jangan sampai menyebabkan konsentrasi jamaah Salat Jumat yang lain menjadi terganggu.

Kondisi ini pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Ketika Rasulullah sedang berkhotbah, salah seorang sahabat masuk ke masjid kemudian langsung duduk. Lantas Nabi Muhammad mengingatkannya supaya berdiri untuk melaksanakan sholat tahiyyatul masjid. (Lihat Shahih Al Bukhari, hadis nomor 931)

Dalam riwayat lain, Kota Madinah sedang ditimpa paceklik, salah seorang sahabat meminta Nabi Muhammad SAW supaya mendoakan turun hujan.

Saat itu Rasulullah sedang khotbah Jumat. Lalu Nabi mengangkat kedua tangan, sejajar dengan wajah beliau serambi berdoa: Allahummas qinaa
Artinya: “Ya Alllah, turunkan hujan kepada kami.”

Hujan pun turun ketika itu juga sampai hari Jumat yang berikutnya. (Lihat Sunan An-Nasa’i, hadis nomor 1515)

Boleh Mengamini Doa dan Salawat

Adab selanjutnya adalah diperbolehkan bagi makmum untuk melakukan hal-hal yang ada kaitannya dengan khotbah. Misalnya mengamini doa khatib dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Sementara hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan khotbah, seperti mencatat faedah-faedah khotbah, menjawab salam (menjawabnya cukup dengan isyarat, red), men-tasymit orang yang bersin (mengucapkan ‘yarhamukallah’ saat saudaranya mengucapkan ‘alhamdulillah’ ketika bersin, red), dan lain-lain maka tidak diperbolehkan.

Wallahu a’lam bishawab.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar