Umat Muslim, Ini 5 Keutamaan Meninggal Hari Kamis

  • Bagikan
Umat Muslim, Ini 5 Keutamaan Meninggal Hari Kamis
Ilustrasi ()

PortalMadura.Com – Bagi umat muslim Jumat merupakan hari yang paling baik diantara hari lainnya. Mengapa demikian? Karena ada banyak keistimewaan, salah satunya yaitu salat Jumat yang wajib bagi pria.

Selain Jumat, hari Kamis juga dipercayai punya keistimewaan. Seperti orang yang meninggal hari Kamis maka akan mendapat pengampunan dari Allah. Secara tidak langsung dijauhkan dari siksa kubur. Selain itu, masih ada beberapa keistimewaan lainnya. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman dalamislam.com, berikut ini penjelasannya:

Terbukanya Pintu Surga

Di dalam islam terdapat 2 hari saat terbukanya pintu surga yaitu hari senin dan hari kamis. Maka beruntunglah bagi umat islam yang meninggal di hari tersebut.

Seperti dalam syahih muslim, Abu hurairah R,A Rasulullah bersabda: “Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan: ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.“ ( Shahih Muslim/IV/1987/Kitabul Birr was Shilah wal Adab)

Maka beruntunglah umat islam yang yang meninggal di hari tersebut.

Hari Penimbangan Amal

Penimbangan amal pada hari senin dan kamis beruntunglah bagi umat islam yang meninggal pada hari tersebut. Hari penimbangan amal dan hari puasa sunah senin dan kamis.

Seperti dalam sabda Rasullah: “amal baik buruk setiap manusia di periksa setiap hari senin dan kamis”

Maka aku menyukai amal perbuatanku di periksa dalam keadaan di hari puasa sunahku.

Seperti dalam sabda Rasulullah: “Amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya).

Selain itu Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Muslim berpuasa tiap Senin dan Kamis: “Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sunguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR. Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)

Hari Rasulullah Menjalankan Puasa Senin dan Kamis

Beruntunglah umat muslim yg meninggal di hari senin dan kamis di mana Rasulullah sangat senang dan sangat antusias dengan hari tersebut. Dimana hari yang sangat di nantikan Rasulullah untuk menjalan ibadah puasa senin kamis.

Usamah bin Zaid berkata: Aku berkata pada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Rasulullah SAW bertanya: “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab: “Senin dan Kamis.”

Lalu beliau bersabda: “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah) Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan

Hadis dari Siti A’isyah: Beliau berkata,”Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (Sunan Tirmidzi/III/121-Sunan an-Nasai/IV/202-Sunan Ibnu Majah/I/553-Musnad Imam Ahmad/VI/106.

Hari Dimana Rasullah Sering Melalukan Perjalan pada Hari Kamis

Keistimewaan meninggal di hari kamis dimana hari kamis adalah hari yang sangat dinantikan oleh Rasullah untuk melakuakan sebuah perjalan. Dan dimana hari tersebut adalah hari yang sangat di spesial kan oleh Rasulullah.

Seperti dalam hadis bukhari kaab bin malik radhiyallahu anhu bersabdah: “Sangat jarang Rasulullah SAW keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.”

Dalam riwayat lain yang juga dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu: “Bahwa Rasulullah SAW keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (memang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (Shahih Bukhari/IV/6)

Maka beruntunglah mereka yang meninggal di hari dimana Rasulullah saat melakukan sebuah perjalanan.

Hari Kelahiran, Diutus menjadi Rasul dan Kematian

Kelahiran Rasulullah SAW bukanlah seperti kelahiran orang biasa, tidak seperti kebanyakan manusia. Beliau dilahirkan didunia ini memiliki banyak misi, bahkan beliau adalah rahmat bagi semesta alam.

Allah berfirman : “Tidaklah kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan agar engkau menjadi rahmat bagi semesta alam”Dari hadis Abu Qatadah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Senin.

Beliau menjawab: “Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-quran kepadaku pada hari tersebut.” (Ini merupakan bagian dari hadis Abu Qatadah al-Anshari Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya (II/819) Kitaabush Shiyaam).

Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha: Pada hari apa Rasulullah SAW wafat?

Aisyah menjawab: Hari senin (Sahih Bukhori).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.