oleh

Umat Muslim, Ini Hukum Islam tentang Operasi Kecantikan

PortalMadura.Com – Dalam kehidupan manusia memanglah diciptakan berbeda-beda. Baik itu wataknya, rupanya, warna kulitnya , dan sebagainya, memanglah pada dasarnya semua Allah ciptakan berbeda.

Tak menutup kemungkinan ada manusia yang selalu tak puas dengan pemberian Allah SWT. Banyak manusia yang memilih untuk merubah penampilannya demi terlihat lebih cantik atau tampan. Lalu bagaimana Islam menanggapi hal ini? Mari kita simak bersama.

Islam mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita. Allah lebih menganjurkan kita untuk memperbaiki diri dari pada memperbaiki penampilan ataupun rupa.

Allah SWT berfirman: “Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata,” (QS An Nisa: 119).

Rasulullah SAW juga mengutuk tukang tato dan orang yang bertato dan orang yang memperpendek gigi dan dan orang yang giginya dipersingkat.

Dalam hadits lain, Nabi dilaporkan mengutuk para wanita yang memperlebar jarak di antara gigi mereka demi kecantikan.

Atas dasar ayat Alquran dan Hadits Nabi yang disebutkan di atas, para ahli hukum Islam menganggap semua operasi kecantikan haram, kecuali jika operasi dilakukan untuk memperbaiki cacat yang menyebabkan kesulitan bagi seseorang secara fisik atau psikologis atau untuk meningkatkan kinerjanya.

Jadi kesimpulan yang bisa kita tarik adalah, Islam mengharamkan segala perubahan (operasi plastik) baik pada wajah atau anggota tubuh yang lain. Allah lebih menganjurkan kita untuk memperbaiki diri bukan penampilan. Allah menyuruh kita untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Ia berikan kepada kita. Jangan malu terlihat jelek didepan sesama manusia karena masalah penampilan atau rupa kita. Malu lah pada Allah karena kita telah merubah apa yang harusnya tidak kita rubah, tidak bersyukur atas nikmat yang telah Ia berikan. Jika kalian merasa iri atau minder, Ingatlah bahwa masih ada orang-orang diluar sana (cacat) yang lebih tidak beruntung dan bahkan mereka tetap semangat dan tidak minder sama sekali.

Semoga bermanfaat, dan semoga kita selalu menjadi hamba yang bersyukur atas nikmat-Nya. Amiin Allahhumma Amiin. (islampos.com/Anek)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.