oleh

Umat Muslim, Ini Larangan Rasulullah untuk Mencaci Para Pemimpin Atas Kekurangannya

PortalMadura.Com – Tak ada manusia yang terlahir sempurna. Mau ia seorang pemimpin sekalipun, jika masih bertitel manusia, tetaplah tak punya yang namanya kesempurnaan.

Tahun ini, Indonesia masuk kedalam Tahun politik, dimana Masyarakat sedang panas-panasnya memilih calon Presiden yang pantas memimpin Negara ini.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Akan tetapi, makin kesini mereka yang katanya peduli politik dan ingin perubahan dalam Negara ini lebih mengedepankan egonya. Artinya disini, Indonesia sedang sakit dibidang toleransi saat ini. Sangat minim bahkah minus soal toleransi ini. Masyarakat sudah tidak bisa menerima perbedan yang sebenarnya itu sah-sah saja. Kita berhak memilih siapa calonnya tanpa menyebar ujaran kebencian terhadap calon sebelah.

Rasulullah SAW bersabda bahwasanya : “Jangan mencaci para pemimpin. Doakan mereka dengan kebaikan. Sebab kebaikan mereka adalah kebaikan bagi kalian.”

Jika hadis Rasulullah yang diatas tersebut diamalkan oleh setiap muslim, maka yang terjadi adalah terciptanya suatu bangsa yang baik tanpa berhias hujatan dan kabar hoax. Rasululah mengajarkan untuk terus mendoakan kebaikan kepada siapapun pemimpin kita. Kebaikan yang ia dapat pasti juga dirasakan oleh rakyatnya.

Mencela dan menghina pemimpin atau calon pemimpin termasuk salah satu benih fitnah yang bisa berkembang menjadi sebuah awak kerusakan suatu bagsa. Bukankah terbunuhnya Khalifah Usman Ibn Affan karena adanya kaum muslimin yang mencela dan juga menghinakan sang khalifah tersebut? Begitulah realitnya, pemberontakan adalah sebab dari kerusakan, baik kerusakan dunia ataupun kerusakan agama seseorang.

Sebuah nasehat indah yang dituliskan Al Baihaqi dalam Al Jamii Li Syu’banil Iman menyebutkan bahwa tidaklah kita menghina pemimpin, justru nasehatilah mereka dengan baik. memperbanyak doa untuk mereka agar bisa terus melakukan kebaikan dan kebenaran dalam beramal dan menjalankan hukum, sebab jika sang pemimpin itu baik, maka baik pula rakyatnya.

Jangan sampai mendoakan sebuah keburukan kepada pemimpin, yang begitu hanya akan menambah kerusakan keadaan orang Islam. Tetapi mintakanlah ampunan kepada Allah untuk sang pemimpin, semoga mereka meninggalkan perbuatan yang tidak baik, kemudian dihilangkan musibah dari kaum muslim.

Jadi intinya, bagi Masyarakat Indonesia yang saat ini masuk kedalam Tahun politik dan sebentar lagi pergantian masa jabatan Presiden, Jika memang sudah punya pilihannya, tak usahlah menjelek-jelekkan calon yang lain. Hargai juga pilihan orang lain. Tak usah mencari kesalahan serta mengadu domba atau bahkan sampai menebar fitnah. Setiap orang berhak memilih, setiap orang juga berhak mempertahankan pilihannya.

Jika sama-sama hanya menjelek-jelekan satu sama lain, kalian tidak lebih dari sekedar cebong dan kampret yang hanya menebar ujaran kebencian tanpa solusi dari sebuah permasalahan. Jangan menuntut yang berlebihan, Pemimpin juga manusia. Kalau kamu merasa pendapatmu yang paing benar, sudah kau beri prestasi apa untuk Negara ini? Tak ada gunanya memberi komentar atau ujaran kebencian, just do it saja. Toh, hasilnya akan lebih keliatan kan ? So, Bijak lah dalam bertindak,berfikir, serta berbicara. Kesempurnaan hanya miliki Allah SWT, tak ada yang sempurna selain Allah SWT, termasuk Presiden, Calon Presiden juga wakilnya. Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar