oleh

Umat Muslim, Ini Tips Menahan Amarah Dalam Islam

PortalMadura.Com – Amarah merupakan emosi alamiah manusia, namun amarah berlebih bisa jadi itu adalah salah satu bisikan setan yang ingin menghancurkan manusia. Karena itu, islam mengajarkan kita untuk menahan amarah agar kita tidak terjerumus bisikannya yang menyesatkan dan bisa merugikan bahkan menghancurkan kita semua.

Melalui amarah, setan dapat sangat mudah mengendalikan perilaku manusia. Amarah merupakan sifat dasar yang dimiliki setan dan tentunya sifat tersebut tidak boleh diikuti oleh manusia. Menjadi manusia yang dapat menahan amarah memanglah sangat sulit akan tetapi dalam Islam sendiri menahan amarah merupakan suatu tuntuan jika kita dapat melakukannya.

Marah merupakan emosi yang timbul pada saat seseorang merasa terusik ataupun tidak nyaman dengan keadaan, baik itu marah kepada temannya, saudara atau pada siapa saja. Melakukan amarah tentunya akan berdampak pula pada orang yang kita marahi. Dengan begitu, maka akan muncul balas dendam dan akan banyak muncul bahaya dendam dalam Islam.

Dengan amarah maka akan banyak timbul sifat buruk lainnya seperti mengucapkan kata-kata kasar, mencaci maki orang lain, memicu terjadinya pertengkaran, bahkan dapat merusak apapun yang ada di sekitarnya. Dengan begitu tujuan setan menghancurkan manusia akan cepat tercapai.

Oleh karena itu sebagai muslim yang taat hendaknya kita dapat menahan amarah. Dalam Islam sendiri banya hadist yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberi nasehat agar manusia tidak mudah marah dan sebaiknya menahan amarah, bahkan Allah menjanjikan surga-Nya untuk orang-orang yang dapat menahan amarah. لا تغضب ولك الجنة artinya “Jangan marah, bagimu surga.” Selain itu, dalam surat Ali Imran ayat 134 pun dijelaskan bahwa Allah menyukai orang-orang yang dapat menahan amarahnya. Dengan demikian maka kita haruslah dapat menahan amarah. Nah, berikut tips menahan amarah dalam Islam yang bisa kita lakukan.

1. Berwudu

Tips pertama menahan amarah yaitu dengan berwudu ataupun mandi. Marah merupakan sifat yang berasal dari setan. Setan merupakan makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api maka dengan wudhu ataupun mandi amarah akan terpadamkan. Manfaat berwudu dalam Islam atau mandi maka tubuh dan hati akan menjadi suci kembali. Tips menahan amarah dengan cara berwudhu terdapat dalam hadist Urwag As-Sadi Radhiyallahu ‘anhu yang berkata :

“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

2. Perbanyak zikir dan mohon perlindungan Allah SWT

Ketika Anda sedang marah maka tips menahan amarah yang sangat mujarab yaitu dengan berzikir membaca istighafr, takbir, tahmid, dan bacaan zikir lainnya. Jangan hanya membaca bacaan doa dan zikir setelah salat saja tetapi berzikirlah setiap kali kita sedang marah.

Sumber terjadinya amarah yaitu disebabkan oleh setan maka dengan begitu mohon perlindungan Allah SWT agar terhindar dari godaan setan, caranya yaitu dengan banyak membaca Ta’awwudz.

Suatu hari sahabat sedang duduk bersama Nabi Muhammad SAW kemudian ada dua orang yang sedang saling marah-marah hingga akhirnya memaki dan salah satu orang tersebut telah sangat merah wajahnya dan terlihat jelas urat lehernya.

Rasulullah SAW mengetahui ada satu kalimat yang dapat dibaca oleh orang yang marah tersebut kemudian marahnya akan hilang. Kalimat tersebut yaitu kalimat ta’awuddz ”A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim”, maka marahnya akan segera hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Lakukan salat sunah

Selain dapat menahan amarah, salat sunah pun mempunyai banyak keutamaan lainnya. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa marah merupakan bara api yang berada pada hati manusia, kemudian ketika seseorang marah, maka akan terlihat kedua mata berwarna merah dan juga urat-urat di leher menjadi tegang.

Maka siapapun yang sedang merasakan atau mendapatkan hal tersebut hendaklah orang yang sedang marah menempelkan pipinya dengan sujud.

Ketika Anda marah dan masih jauh dalam waktu salat wajib, seperti ketika pagi-pagi Anda marah maka segeralah salat dhuha, atau jika malam hari segeralah salat sunah tahajud.

4. Mengambil posisi lebih rendah (menjadi duduk)

Cara menahan amarah selanjutnya yaitu megambil posisi lebih rendah atau mengubah posisi menjadi duduk. Seseorang ketika sedang marah cenderung berada pada posisi lebih tinggi atau berdiri.

Dengan berdiri, maka orang tersebut dapat melampiaskan amarahnya dengan cara-cara yang tidak diperbolehkan seperti memukul, dan lain sebagainya. Sedangkan jika berada pada posisi yang lebih rendah atau duduk maka akan sulit untuk melakukan hal tersebut sehingga orang yang sedang marah pun akan cenderung memilih untuk tidur meluapkan amarahnya.

Cerita tersebut diriwayatkan oleh sahabat nabi, Abu Dzar radhiyallahu anhu dimana beliau memilih mengubah posisi lebih rendah ketika sedang marah.

Selain itu Rasulullah SAW pun memerintahkan untuk duduk agar orang yang sedang berdiri tidak akan melapiaskan amarahnya, jika terjadi maka orang tersebut akan menyesali perbuatan yang disebabkan oleh amarah itu. Rasulullah SAW bersabda

“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

5. Diam dan jaga ucapan

Pada saat kita marah biasanya ingin banyak berbicara bahkan tanpa disadari ucapan yang keluar pun menjadi sebuah makian bahkan bisa hingga mengucapkan kata-kata kasar. Dengan mengucapkan kata-kata yang kotor atau umpatan maka akan mengundang Allah menjadi murka. Oleh karena itu, cara mengatasinya yaitu dengan diam.

Diam merupakan tips paling ampuh untuk menahan amarah, dengan begitu kita akan terhindar dari dosa-dosa besar. Selain itu, jaga ucapan baik-baik jangan sampai ucapan yang dilontarkan kita nantinya akan menjerumuskan ke neraka.

Sebagian ulama berkata bahwa diam merupakan hikmah akan tetapi masih sangat sedikit yang melakukan diam. Bahkan dalam suatu hadist mengatakan bahwa jangan mempersulit suatu masalah ketika sedang marah maka diamlah.

6. Bacalah keutamaan hadist menahan amarah

Banyak sekali manfaat yang dirasakan ketika kita menahan amarah baik itu manfaat di dunia maupun di akhirat. Allah SWT akan memberikan pahala yang besar untuk seseorang yang menahan amarahnya dan juga dapat memaafkan kesalahan orang lain.

Oleh karena itu cobalah untuk menahan amarah dengan membaca hadist-hadist mengenai keutamaan menahan amarah. Beberapa diantaranya hadist yang menjelaskan keutamaan menahan amarah yaitu.

Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani).

Selain hadist tersebut masih ada banyak lagi mengenai keutamaan menahan amarah yang dapat Anda baca.

7. Berdoa

Tips yang terakhir untuk menahan amarah yaitu dengan cara berdoa. Doa merupakan cara terbaik untuk melakukan permohonan kepada Allah. Mintalah ridho kepada Allah ketika Anda sedang marah.

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kalimat haq ketika rida (sedang) dan marah”.

Tips lainnya

Tidur

Perbanyak kegiatan positif

Membaca Al-Quran

Sebagaimana yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW dimana beliau merupakan orang yang lembut, sopan santun dan juga dapat menahan amarahnya maka kita selaku umatnya haruslah dapat mencontoh sikap dari Rasulullah SAW tersebut. Hindari diri dari rasa ingin marah karena hal tersebut dapat menjadi jalan untuk menuju dasar neraka. Semoga tips di atas dapat membantu Anda menahan amarah. (dalamislam.com/Nanik)


Tirto.ID
Loading...

Komentar