oleh

Umat Muslim, Perhatikan 4 Kesalahan yang Sering dilakukan Saat Salat Berjamaah

PortalMadura.Com, Jakarta – Salat merupakan suatu hal yang paling utama dalam islam. Salat juga merupakan amalan pertama yang akan dihisab nanti.
Tak terkecuali, Semua umat muslim pun harus melaksanakan salat agar selamat didunia dan akhirat. lalu bagaimana dengan salat berjamaah? Salat berjamaah ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh laki-laki dan sunnah apabila dilakukan oleh perempuan.

Namun tak jarang orang-orang masih saja kurang memperhatikan ke sah-an salat berjemaah ini sehingga berkurang lah amalan salat berjamaahnya. Apa saja hal atau kesalahan yang kerap kali dilakukan pada saat salat berjamaah? Mari kita bahas.

Kurang perhatian soal salat berjamaah bagi pria itu wajib

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada seorang yang buta.

‘Abdullah Ibnu Ummi Maktum berkata,

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut.” (HR. Abu Daud, no. 553 dan An-Nasa’i, no. 852. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ibnul Mundzir rahimahullah berkata, “Jika seorang buta tidaklah diberi keringanan, ia tetap disuruh salat berjamaah oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimanakah dengan yang diberi karunia penglihatan?” (Lihat Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha, hlm. 108).

Baru masuk masjid kalau sudah dikumandangkan iqamah

Di antara jamaah salat Jumat atau salat fardhu ada yang masih nongkrong di luar masjid meski sudah azdan. Mereka buru-buru masuk masjid kalau sudah iqamah.

Ingatlah kalau kita datang duluan di masjid lalu selalu bertakbir pertama (takbiratul ihram) bersama imam, maka akan dapat keutamaan yang besar yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat kemunafikan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang melaksanakan salat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, no. 241. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2652).

Adapun yang biasanya cepat-cepat berwudhu ketika sudah berkumandang iqamah, hati-hati akan terkena ancaman sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata,

“Kami pernah kembali bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah menuju Madinah hingga sampai di air di tengah jalan, sebagian orang tergesa-gesa untuk salat ‘Ashar, lalu mereka berwudhu dalam keadaan terburu-buru. Kami pun sampai pada mereka dan melihat air tidak menyentuh tumit mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

“Celakalah tumit-tumit dari api neraka. Sempurnakanlah wudhu kalian.” (HR. Muslim, no. 241).

Tidak salat tahiyatul masjid, langsung duduk

Masih banyak orang yang langsung duduk ketika imam sedang berkhutbah tanpa mau mengerjakan salat tahiyatul masjid dahulu.

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda,

“Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia berkata, Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jumat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah, lantas Sulaik masuk masjid lalu langsung duduk.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah khutbah berkata padanya,

“Wahai Sulaik, berdirilah, lakukanlah salat dua raka’at. Kerjakanlah sekedar yang wajib saja dalam dua raka’at tersebut. Kemudian ia berkata, “Jika salah seorang di antara kalian datang pada hari Jumat dan imam sedang berkhutbah, maka lakukanlah salat dua raka’at. Namun cukupkanlah dengan yang wajib saja (ringkaslah, pendek).” (HR. Muslim, no. 875).

Lebih cepat gerakannya dari imam

Ada larangan keras bagi makmum yang mendahului gerakan imam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam akan Allah rubah kepalanya menjadi kepala himar (keledai).” (HR. Muslim, no. 427).

Kata Imam Ibnul ‘Imad Al-Aqfahsi Asy-Syafi’i rahimahullah dalam Al-Qaul At-Taam fii Ahkam Al-Ma’mum wa Al-Imam (hlm. 38), makna hadits tersebut adalah Allah merubah kepala orang yang mendahului imam itu dengan kepala keledai, badannya tetap badan manusia. Makna lainnya kata beliau pula, bisa jadi seluruh tubuhnya jadi keledai. Hal ini nyata bisa terjadi perubahan bentuk. Semoga Allah menyelamatkan kita darinya. Perubahan rupa seperti ini bisa terjadi hanya karena lantaran sangat-sangat murka. Sebagaimana dalam ayat lain juga disebutkan,

“Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi.” (QS. Al-Maidah: 60).

Itulah empat kesalahan yang masih sering dilakukan jamaah salat fardhu atau salat Jumat yang harus segera diperbaiki. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin. (islampos.com/Anek)


Tirto.ID
Loading...

Komentar