oleh

Upacara Selesai, Komandan Tetap Berdiri Tegak

SUMENEP (PortalMadura) – Ada pemandangan menarik saat Camat Ambunten, Sigit Supraworo, yang didaulat menjadi komandan upacara pada peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep ke 744, di halaman Pemda setempat, Kamis (31/10/2013).

Komandan upacara yang seharusnya membubarkan peserta upacara karena selesai. Namun, kali ini justru komandan tetap berdiri tegak sendirian dan tidak memberikan aba-aba pembubaran upacara. Sedangkan peserta upacara membubarkan diri, karena sudah lama tidak ada perintah bubar sebagai tanda rangkaian upacara selesai.

“Mas, tolong bilangin sama  komandan upacara kalau peserta upacaranya sudah pada bubar semua,” kata salah seorang anggota Forpimda yang namanya tidak mau disebutkan, sambil tertawa.

Mendapat informasi seperti itu, awak media langsung mengabadikan gambar komendan upacara yang masih berdiri tegak di tengah lapangan upacara. Sementara semua peserta upacra sudah membubarkan diri.

Dalam  laporannya, komandan upacara pada pembina upacara melaporkan upacara selesai, dan oleh pembina upacara di suruh ‘bubarkan’. Namun setelah kembali ke tempat, komandan upacara tidak langsung membubarkan peserta, sehingga  peserta upacara memilih membubarkan diri, dan hanya tinggal komandan upacara dan beberapa orang peserta yang masih setia menunggu kata bubar dari komandan upacara.

“Ini tipe orang yang terlalu setia, meski pesertanya sudah pada bubar, tapi upacara tetap tidak di bubarkan, dan masih menunggu bupati selesai menyerahkan cendera mata, apa memang tidak pernah tahu upacra,” ujar salah seorang forpimda.(udien/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE