Viral Video Mesum Sumenep, Psikolog: Edukasi Seks Dibutuhkan Sejak Usia Dini

Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
Viral Video Mesum Sumenep Psikolog Edukasi Seks Dibutuhkan Sejak Usia Dini
Nyimas Robbiany Pandanarum, M.Psi, Psikolog (Ist for @portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Beberapa hari terakhir ini, aplikasi percakapan dihebohkan dengan beredarnya video mesum di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kabarnya, video mesum itu diduga diperankan oleh putri seorang pengusaha di Sumenep yang sempat bekerja di salah satu bank swasta dan sekarang dipecat.

Ada dua versi video mesum yang beredar. Versi pertama berdurasi 5 detik dan versi kedua beda pria berdurasi 12 detik bergaya “the trussed bird”.

Merespon beredarnya video mesum tersebut, Nyimas Robbiany Pandanarum, M.Psi, seorang Psikolog di Sumenep mengungkapkan, edukasi seks itu harus dilakukan sejak usia dini. “Tidak serta merta setelah tua baru dikenalkan tentang seks,” katanya.

Menurutnya, di Sumenep jarang sekali dilakukan edukasi seks, kalaupun ada pembelajaran di sekolah, hanya itu-itu saja. Padahal, anak itu semakin dilarang, maka anak semakin tinggi keinginannya untuk tahu.

“Jangan sampai anak-anak itu mencari tahu sendiri [tentang seks] kepada temannya yang sama-sama tidak tahu. Bisa saja nonton bareng lalu melakukan,” tegasnya.

Peran orang tua untuk memberikan edukasi seks dinilai sangat dominan. Namun, yang terjadi di Sumenep, orang tua justru menganggap tabu soal edukasi seks. Seharusnya kata Nyimas, dikenalkan sejak usia dini.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Unija Launching 'Rumah Restorative Justice'

“Edukasi untuk anak usia dini. Misalnya, mengenalkan lain jenis dan mengenalkan yang ini [anggota tubuh] gak boleh diperlihatkan atau dipegang orang lain,” terangnya mencontohkan.

Edukasi seks itu beda lagi ketika anak sudah usia 11 sampai 12 tahun. “Jadi, ada tahapan edukasi tentang seks,” ujarnya.

Edukasi seks di sekolah tidak harus dilakukan melalui tulisan, tapi bisa melalui kegiatan dan dilakukan dengan tepat. “Tapi, kadang-kadang guru sendiri, belum bisa memberikan materi dengan bahasa-bahasa siswa,” katanya.

Nyimas mengingatkan, pada era teknologi yang sulit dicegah adalah hadirnya media sosial dan keberadaan handphone. “Jika anak-anak tidak mendapat pendampingan secara baik, kehadiran media sosial dan HP ini sangat berbahaya,” tandasnya.

Kenapa konten video pornografi dibuat warga Sumenep?

Nyimas sapaan akrab Robbiany Pandanarum menyampaikan, kadang-kadang orang itu mencari sensasi lain karena kecanduan pornografi. Ada yang sering menonton pornografi, maka keinginan untuk mencoba dari yang ditonton itu akan tumbuh [hasil imajinasi].

Baca Juga:  Sumenep Hadapi Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kreatif Kemenparekraf

“Pornografi ini candu banget sehingga ada yang sampai membuat video sendiri karena ingin disaksikan sendiri. Dan sering kali kita menghadapi pecandu pornografi karena berkaitan dengan insting [ingin memiliki keturunan] itu,” katanya.

Setiap orang, kata dia, memiliki insting untuk melanjutkan keturunan melalui seks, tetapi kembali pada kemampuan dalam mengontrol diri. Bagaimana memilih yang positif dari kemampuan mengendalikan diri itu berdasarkan agama maupun budaya.

“Tapi memang banyak sekali orang yang tidak mampu mengendalikan diri,” tandasnya.(*)

Baca Juga : Video Mesum Goyang Sumenep, Dikabarkan Putri Pengusaha & Dipecat dari Bank

Link viral video mesum eks karyawan bank versi SnackVideo KLIK DISINI

Link Viral Video Mesum Eks Karyawan Bank versi YouTube KLIK DISINI

(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.