Wahai Orang Tua, Begini Cara Didik Anak Agar Jadi Qurrata Ayun

Avatar of PortalMadura.com
Wahai Orang Tua, Begini Cara Didik Anak Agar Jadi Qurrata Ayun
ilustrasi (islamkafah.com)

PortalMadura.Com – Setiap orang tua tentu menginginkan buah hatinya terlahir menjadi seorang anak yang saleh dan saleha. Lantas, apakah orang tua hanya akan terus menjadikan hal itu sebagai dambaan semata?.

Tentunya tidak segampang itu, Anda butuh usaha dan kesabaran yang sangat ekstra dalam mendidiknya agar dambaan Anda itu benar menjadi kenyataan yaitu keturunan yang Qurrata ‘Ayun.

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mungkin sering mendengar sebuah doa “rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrata ‘ayuun….”. Lantas apa sebenarnya makna dari Qurrata ‘Ayun itu?

Qurrata ‘ayun adalah anak keturunan yang mengerjakan kebaikan dan ketaatan, sehingga ia dapat membahagian orang tuanya di dunia dan akhirat. Itu artinya, ketika Anda mendamba agar anak keturunan Anda mampu menjadi generasi Qurrata ‘Ayun, hal pertama yang harus diperhatikan adalah tentang perkembangan rasa agama dalam dirinya.

Religiusitas atau rasa agama dalam diri anak Anda merupakan hasil dari suatu proses yang terus menerus sejak ia dilahirkan hingga kelak saat ia dewasa. Perkembangan religiusitas pada usia anak-anak memiliki peran yang sangat penting dalam keseluruhan perkembangan religiusitasnya.

Konsep dan nilai agama yang diajarkan secara berkelanjutan akan terinternalisasi ke dalam diri anak, sehingga kelak dapat menjadi dasar penilaian anak terhadap nilai-nilai dari luar yang masuk pada dirinya.

Ada beberapa cara simpel yang bisa Anda lakukan untuk Anda menjadi religius, menjadikannya generasi Qurrata ‘Ayun, di antaranya:

Keteladanan dan Learning By Doing
Anda pasti tahu bahwa semua pengetahuan yang dimiliki anak datang dari luar dirinya, terutama dari keluarga dan lingkungan terdekatnya. Oleh karenanya, orang tua harus mampu mendidik anak dengan contoh dan keteladanan yang baik.

Karena keteladanan merupakan cara terbaik dalam mendidik anak dan keteladanan yang patut dicontoh oleh seluruh umat manusia adalah keteladanan dari Rasulullah SAW.

Selain dengan keteladanan, pendidikan agama juga perlu menekankan pembiasaan perilaku dan pembentukan minat beragama bagi anak, maka dalam hal ini orang tua juga perlu melibatkan anak dengan learning by doing (aplikasi teori dengan praktek yang sesungguhnya).

Orang tua hendaknya mulai mengajak, mengajari dan melatih anak agar terbiasa ke masjid, menjalankan salat, berwudu, mengajarinya berinfaq di kotak amal, membaca doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan seperti membaca doa hendak bepergian, doa sebelum makan, doa sebelum tidur serta amalan-amalan praktis lainnya.

Dengan mengajak anak untuk mencoba berlatih dalam praktek yang sesungguhnya, maka hal itu akan membuat anak semakin terkesan, menambah pengalaman sehingga bisa melekat, teringat kuat hingga ia dewasa kelak.

Reward and Punishment (hadiah dan hukuman) Bagi Anak
Cara kedua ini, sejalan dengan tumbuh kembang anak, orang tua juga bisa menerapkan metode reward and punishment dalam pendidikan anak. Misalnya saja, reward and punishment dengan menggunakan uang koin (recehan).

Ketika anak melakukan hal-hal yang mengandung kebaikan, seperti membersihkan tempat tidurnya, mengerjakan tugas sekolah tanpa disuruh, membantu orang tua, tidak menonton televisi terlalu lama, ikut salat berjamaah di masjid dan lain sebagainya, maka orang tua memberikan reward (hadiah) bagi anak dengan memberikan satu uang koin tersebut (koin kebaikan).

Akan tetapi, jika anak melakukan perilaku yang kurang baik, seperti tidak membersihkan tempat tidurnya, tidak bersedia membantu orang tua tanpa alasan yang jelas dan lain sebagainya, maka orang tua memberikan punishment (hukuman) bagi anak dengan mengurangi koin kebaikan yang pernah ia dapatkan.

Dalam jangka waktu tertentu saat koin kebaikan anak sudah mulai banyak terkumpul, maka orang tua dapat mengajak anak untuk bersama-sama membeli mainan atau buku kesukaannya menggunakan kumpulan koin kebaikannya.

Dengan menggunakan reward and punishment anak akan termotivasi untuk terus melakukan kebaikan agar koinnya semakin banyak, ia secara perlahan akan mengetahui sikap yang baik dengan yang kurang baik. Ketika anak mendapatkan mainan atau buku kesukaannya dari koin kebaikannya, maka anak Anda pasti akan lebih menjaga dan merawat mainan atau buku tersebut, karena ia merasa bahwasanya ia mendapatkannya dari “hasil” kebaikannya.

Cerita dan Kisah yang Menarik
Siapa diantara Anda yang masih suka mendongeng untuk buah hati menjelang tidurnya?. Alangkah baiknya jika kebiasaan ini dilestarikan kembali, karena kisah dan cerita terutama yang bersumber dari dalam Alquran dan hadis merupakan modal yang utama bagi orang tua dan guru untuk membentuk karakter anak.

Karena sesungguhnya Allah menurunkan sebagian wahyu-Nya berupa kisah cerita agar umat muslim dapat mengambil pelajaran dari kisah cerita tersebut.

Orang tua bisa menjalin kedekatan dan mengkomunikasikan cerita dengan bahasa yang bisa menyentuh hati sang buah hati, menanamkan rasa ketuhanan dengan mengembangkan daya khayal dan fantasi anak, sehingga anak akan lebih mudah mencerna banyak pelajaran tentang nilai-nilai, kepribadian dan akhlak mulia.

Di samping itu melalui bercerita, orang tua dapat memikat perhatian anak dalam waktu singkat, cerita yang disampaikan juga dapat dikemas secara menarik dan menonjolkan tokoh yang berperilaku baik.

Nah, demikian cara yang bisa Anda terapkan terhadap buah hati Anda, nantinya diharapkan buah hati Anda akan tumbuh menjadi generasi religius, generasi qurrata ‘ayun dan khalifah terbaik bagi agama dan negara. Aamiin. Wallahu A’lam. (ummi-online.com/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.