oleh

Wahid Foundation Minta Program Desa Damai Diadopsi Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Wahid Foundation (WF) berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengadopsi program Desa Damai.

Program tersebut sukses diterapkan di tiga desa, yakni Guluk-Guluk, Prancak, dan Desa Payudan Dundang. Program ini sebagai percontohan berbasis desa yang fokus dalam pemberdayaan perempuan.

“Program itu sudah berjalan 4 tahun di tiga desa tersebut dan sudah menghasilkan beberapa produk yang dihasilkan dari pemberdayaan ekonomi perempuan,” kata Koordinator Wilayah Wahid Foundation Sumenep, Ulfa, dalam rilisnya yang diterima PortalMadura.Com, Selasa (13/4/2021).

Keinginan Wahid Foundation tersebut disampaikan langsung pada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat melakukan audensi, Senin sore (13/4/2021).

Pihaknya menyebutkan, di antara produk yang sudah sukses dijalanlan, antara lain, Patola yang dimiliki Kelompok Kerja (Pokja) Desa Damai Payudan Dundang, produk kripik cabai dan kopi yang dimiliki Pokja Desa Prancak, dan produk emping jagung yang dimiliki oleh Pokja Guluk-Guluk.

“Program Desa Damai ini memiliki tiga pendekatan, yaitu pemberdayaan ekonomi, mekanisme pembangunan perdamaian, dan penguatan peran perempuan,” terang Ulfa ketika mempresentasikan program Desa Damai.

Dalam program ini, kata Ulfa, pendekatan pemberdayaan ekonomi dan penguatan peran perempuan bertujuan untuk memberdayakan perempuan agar mandiri secara ekonomi, selain untuk melatih kepercayaan diri dan kepemimpinan perempuan.

Menurut Ulfa, senada dengan apa yang pernah dikatakan oleh Gus Dur, “perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi”. “Sebab perdamaian tidak akan terealisasi apabila urusan perut masih belum selesai,” katanya.

Selain itu, Program Desa Damai juga bertujuan untuk menguatkan perempuan sebagai aktor utama dalam pembangunan perdamaian di lingkungan keluarga dan desa. Ini tidak lain adalah untuk mempromosikan perdamaian dan kesetaraan di tingkat desa.

Penguatan perempuan di lingkungan desa menurut Wahid Foundation berguna untuk mendeteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial yang ada di desa.

Hal ini sudah diimplementasikan …

Penulis : Hartono
Editor : Desy Wulandari

Komentar