oleh

Wajibkah Seorang Muslim Menghadiri Walimahan?

PortalMadura.Com – Terkadang banyak alasan yang membuat kita malas untuk datang ke pernikahan atau walimahan. Entah karena tanggal tua sehingga tidak ada uang utntuk membelikan kado, malas jalan, sampai karena tidak ada pasangan untuk mengahdiri walimahan tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa ternyata menghadiri walimahan (kondangan) sesama muslim itu ternyata hukumnya wajib. Apalagi orang yang mengundang kita itu mengundang dengan memberikan undangan, menelpon, atau memberitahu secara pribadai mengenai undangan walimahannya.

Namun, jika tidak bersifat pribadi, maka hukumnya tidak fardhu’ain. Artinya, hanya alasan yang benar-benar syar’i yang membuat kita diperbolehkan tidak menghadiri undangan walimah (kondangan).

Perintah untuk menghadiri walimah pernikahan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :

“Jika seorang dari kalian diundang ke walimah, maka hendaklah mendatanginya.” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain disebutkan bahwa tidak menghadiri undangan sama dengan melakukan kedurhakaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Astaghfirullah.

“Siapa yang meninggalkan undangan tersebut, maka ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu hak muslim terhadap muslim lainnya adalah dipenuhi undangannya ketika ia mengundang. Kecuali jika memang uzur syar’i, kita bisa izin untuk tidak hadir.

“Apabila salah seorang saudara kalian mengundang saudaranya (sama saja) apakah undangan walimah ‘urs atau semisalnya, maka datangilah,” (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, bagi yang mempunyai hajat, jika memang tahu bahwa seseorang sulit sekali hadir memenuhi undangan, tidak perlulah memberikan undangan secara pribadi langsung, khawatir justru memberatkan saudara Anda untuk memenuhi undangan tersebut. Semoga bermanfaat (ummi-online.com/Nanik)

Komentar