oleh

Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

PortalMadura.Com, Sumenep – Wali murid mengeluhkan biaya masuk sekolah di jenjang pendidikan SMA Negeri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 ini mencapai Rp 3 juta lebih dengan alasan pembelian paket seragam siswa dan sumbangan pembangunan gedung. Biaya tinggi masuk sekolah itu terjadi di SMA Negeri 2 Sumenep.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Daftar ulang PBDB di SMA Negeri 2 ini sangat tinggi mencapai jutaan rupiah,” kata salah satu wali murid calon siswa SMA Negeri 2 Sumenep, MK, Jumat (28/6/2019).

Di SMA Negeri 2 Sumenep, biaya daftar ulang siswa baru yang harus dibayar mencapai Rp 3.055.000 untuk siswa, dan Rp 3.076.000 untuk siswi. Dari Rp 3 juta lebih yang harus dibayar itu Rp 1,5 juta untuk sumbangan pembangunan musala, sedangkan sisanya untuk kebutuhan seragam.

“Uang sebesar Rp 3 juta lebih itu tidak bisa dicicil, kecuali dilengkapi dengan keterangan tidak mampu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Sumenep, Suhermono, mengaku biaya daftar ulang yang harus dibayar siswa baru itu sudah berdasarkan hasil kesepakatan dengan Komite Sekolah dan wali murid.

“Untuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) memang dihapus, tapi untuk kegiatan dan layanan lainnya termasuk peningkatan kompetensi perlu biaya sehingga perlu partisipasi masyarakat termasuk wali murid dan itu sudah kesepakatan bersama dengan Komite Sekolah dan wali murid,” jawab Suhermono.

Ia menegaskan, seluruh pembiayaan di sekolah telah dicantumkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang telah disampaikan Disdik Jawa Timur melalui Kantor Cabang Disdik Sumenep.

Baca Juga : Taklukkan Persebaya, Madura United Rebut Tiket ke Semifinal Piala Indonesia

“Semua pembiayaan di sekolah sudah tercantum di RKAS sebagaimana disampaikan Disdik Jatim,” tegasnya.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar