Warga Bangkalan Tolak Pembangunan Waduk Blega

  • Bagikan

BANGKALAN (PortalMadura) – Belasan warga Kecamatan Galis mendatangi Kantor DPRD Bangkalan untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka adalah warga dari Desa Kelbung, Tellok dan Rung Durin. Mereka menyampaikan kekhawatirannya atas rencana pembangunan Waduk Blega.

Warga datang ke gedung dewan sekitar pukul 09.00. Di dewan mereka langsung ditemui Ketua Komisi C Mukaffi Anwar dan sejumlah anggotanya. Kepada komisi C mereka menyampaikan uneg- unegnya.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa mereka khawatir pembangunan Waduk Blega bakal memakan banyak ruang. Sehingga, lahan yang kini mereka diami khawatir ditenggelamkan untuk pembangunan waduk tersebut. Mereka kemudian menyatakan penolakannya karena enggan digusur dari lokasi tempat tinggalnya saat ini.

Tiga desa yang warganya ikut datang ke kantor dewan adalah wilayah yang paling dimungkinkan menjadi lokasi dibangunnya waduk tersebut. ”Informasinya pembangunan waduk akan memakan delapan desa. Berarti juga akan menggusur tanah leluhur warga. Itulah yang kami takutkan,” ujar salah satu warga.

Jadi kedatangan kami jelas. Memohon agar rencana tersebut (Pembangunan Waduk, Red) di gagalkan,” ujar salah satu masyarakat di depan ketua Komisi DPRD Bangkalan, Senin (7/10/2013).

Hal senada diungkapkan ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pecinta Lingkungan (FKMPL). Menurutnya masyarakat akan tetap menolaknya meski Pemerinntah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memberikan berbagai macam alasan. Sebab jika pembangunan tetap dilaksnakan akan berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar.

”Kami bersama warga tetap menolak rencana pembangunan waduk blega ini. Jadi tidak ada peluang apapun untuk dipaksakan. Kalau dipaksakan saya khawatir malah terjadi peristiwa seperti yang sudah pernah terjadi di Nipah Sampang,” terang Hodri, yang mewakili masyarakat.

Dijelaskannya, jika pembangunan waduk Blega tersebut tetap dipaksakan dikhawatirkan akan menelan banyak bangunan di sekitarnya. Sejumlah bangunan akan lenyap, akibat gerukan mesin untuk dijadikan waduk Blega.

”Bangunan warga, seperti Majid, Madrasah, Makam leluhur dan tanah yang sudah kami tinggali secara turun temurun. Hal ini yang tidak bisa kami tolerir. Bahkan ketika pihak pelaksana pembangunan waduk merelokasi dan memberi ganti untung kepada kami,” jelasnya.

Sementara itu ketua komisi C DPRD Bangkalan Mukaffi Anwar, mengaku masih akan menampung semua aspirasi warga. Sebab pihaknya masih belum mengetahui awal mula mencuatnya permasalahan pembangunan waduk Blega tersebut.

Mukaffi Anwar berjanji akan menindak lanjuti terhadap pihak-pihak terkait. Tentang adanya pembangunan waduk Blega. Menurutnya DPRD masih akan mempelajari dan menampung aspirasi dari masyarakat setempat.

”Sehubungan dengan penolakan warga semua akan kami pelajari dulu, nanti pada waktunya akan ada sikap tersendiri dari komisi C ,” terangnya di depan Masyarakat setempat. (pena/htn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.