oleh

Warga Kepulauan Sambut Camat Dengan Demo

SUMENEP (PortalMadura) – Karena pada aksi demonstrasi sehari sebelumnya tidak bertemu dengan  Camat Arjasa, Kepulauan Kangean Sumenep, Madura, Jawa Timur, warga kembali menggelar aksi menyambut kedatangan camat yang baru datang dari daratan.

Tuntutan mereka tetap sama dengan sebelumnya, yakni kelancaraan pendistribusian BBM yang selama ini sering kosong dan harganya melambung.

Selain itu, pendemo juga memaksa Camat Arjasa, Purwo Edi, untuk menandatangani lima poin tuntutan terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah lama terjadi dikepulauan.

Lima poin tuntutan tersebut, yakni ;

1. Forpimka Arjasa harus mengontrol pengelolaan APMS setiap
saat agar pengelolaan dan harga BBM bisa di kendalikan.

2. Pengelola APMS wajib melayani masyarakat sesuai aturan pertamina.

3. Jika APMS tidak mampu memenuhi kebutuhan BBM, maka masyarakat harus diberi keleluasaan membeli BBM sendiri.

4. Forpimda Arjasa segera mengusulkan kepada pertamina agar memberikan identitas (warna khusus) BBM untuk APMS. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM.

iklan hari santri

5. Pihak Forpimda wajib mendatangkan pemilik APMS (Iksan) selaku
pengelola APMS untuk mempertanggungjawabkan kepada masyarakat dalam
waktu 10 hari mulai dari hari ini, Rabu (06/11/2013).

Korlap aksi, Ahmad Yani, mengatakan,  jika dalam waktu sepuluh hari
Camat Arjasa tidak bisa menghadirkan pemilik APMS (saudara iksan), maka masyarakat Arjasa akan melakukan penyegelan kantor kecamatan sampai masalah kelangkaan BBM di kepuluan Arjasa teratasi.

“Tuntutan masyarakat ini, bukan main-main, karena BBM itu berkaitan dengan penghidupan masyarakat. Jika tidak ada BBM, maka semuanya akan lumpuh,” tegas Ahmad Yani.

Aksi demo ratusan warga, sempat memanas karena camat setempat tidak segera menanda tangani lima tuntutan warga tersebut.

“Saya berjanji akan menindak tegas jika terbukti ada penyimpangan dalam penyaluran BBM ini. Maka lima poin tuntutan warga juga akan ditandangani,” tegas Purwo Edi, camat Arjasa di hadapan ratusan massa.

Sebelumnya, ratusan warga kepulauan Arjasa menduduki kantor camat,  karena sedang berada di daratan. Massa pun paksa tutup kantor pada pegawai negeri Kecamatan Arjasa. Aksi tersebut sebagai puncak emosi warga kepulauan karena BBM sering kosong dan harganya melambung hingga Rp25 ribu/liter.(udien/htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.