oleh

Warga Perum Bumi Sumekar Jadi Korban Penjambretan

SUMENEP (PortalMadura) – Aksi pelaku penjamretan di Kabupaten Sumenep yang terjadi akhir – akhir ini, semakin meresahkan masyarakat. Pasalnya, aksi para pelaku penjamretan tidak memilih tempat maupun waktu, dimana ada kesempatan para penjahat jalanan tersebut langsung melancarakan aksinya.

Seperti yang menimpa Ny. Murtasiya (52), warga Jalan Potre Koneng, Perum Bumi Sumekar, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, harus kehilangan kalung emas seberat 14 gram yang selalu melingkar di lehernya. Aksi penjamretan ini, diduga dilakukan dua pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis VIXION warna putih, sekitar 50 meter dari rumah korban.

Modus pelaku, berpura-pura bertanya pada korban alamat rumah seseorang. Kala itu, korban sedang jalan–jalan pagi bersama cucunya. Korban kaget saat pelaku tiba-tiba kalung dilehernya dipegang hingga putus dan pelaku kabur.

“Namanya orang tua yang tidak bisa menerka karakter orang, ya dengan santai ibu melayani pertanyaan mereka. Padahal mereka mengincar kalung emas yang dipakai ibu,” terang Agussalim (33), anak kandung korban.

Korban sempat berteriak minta tolong. Sementara pelaku kabur dengan kecepatan tinggi. Warga yang berusaha mengejar pelaku kehilangan jejak. “Pelaku lari ke arah timur,” terangnya.

Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, saat dihubungi mengaku telah memerintahkan anggotanya, untuk rutin mengadakan patroli dijalan raya. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisir aksi pelaku penjamretan di jalan raya.

“Saya sudah perintahkan anggota untuk rutin mengadakan patroli, selain itu saya perintahkan anggota untuk mengecek kegiatan para residivis yang sudah keluar dari tahanan. Bisa saja mereka itu kambuh lagi,” terang, Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, Senin (14/10/2013).

Pihaknya berjanji akan mengungkap jaringan pelaku penjamretan, maupun aksi kejahatan lainnya yang akhir – akhir ini marak di Sumenep. Selain itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakaan perhiasan yang berlebihan saat akan keluar rumah. “Jika ada hal yang mencurikan, lebih baik secepatnya melaporkan pada aparat terdekat,” ujarnya.(Udien/htn)

-
-

Komentar