portalmadura.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama sepekan ke depan, mulai 12 hingga 18 Mei 2026.
Kondisi ini merupakan kelanjutan dari intensitas hujan tinggi yang sebelumnya terpantau pada periode 7-10 Mei. Berdasarkan data BMKG, curah hujan tertinggi sempat tercatat di Sulawesi Tenggara dengan angka 146 mm per hari, diikuti Papua Tengah sebesar 143,2 mm per hari. Fenomena ini juga dirasakan di wilayah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Kalimantan Barat.
Pemicu Fenomena Atmosfer
Pihak BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya beberapa fenomena atmosfer secara bersamaan. Di antaranya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Selain itu, keberadaan Ex-Siklon Tropis Hagupit yang terpantau di utara Papua turut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan awan hujan di kawasan Indonesia bagian timur. Meski Monsun Australia mulai menguat sebagai tanda peralihan ke musim kemarau, pelemahan angin timuran saat ini justru meningkatkan suplai uap air di wilayah selatan Indonesia.
Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
BMKG membagi peringatan dini ini ke dalam dua periode waktu utama:
- Periode 12-14 Mei 2026: Potensi hujan sedang hingga lebat meliputi wilayah Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Papua. Khusus wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sulawesi perlu waspada terhadap potensi kilat dan angin kencang.
- Periode 15-18 Mei 2026: Cuaca serupa diprediksi masih bertahan di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua. BMKG memberikan perhatian khusus pada risiko hujan lebat disertai petir di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua Tengah.
Imbauan Keselamatan
Mengingat adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, hingga pohon tumbang, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan langkah mitigasi mandiri.
“Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi kami, baik di aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi lembaga,” tulis pihak BMKG dalam rilis resminya, Selasa (12/5/2026).
Pastikan Anda memperbarui informasi secara berkala untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu demi keamanan bersama. (***)





