oleh

Waspada! Rasulullah Tidak Mau Menyalatkan Jenazah Yang Masih Punya Utang

PortalMadura.Com – Masalah utang merupakan peristiwa biasa yang sering dijumpai di dalam kehidupan masyarakat. Utang adalah uang yang dipinjam dari orang lain, kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.

Bahkan, utang merupakan masalah yang sangat mengikat bukan saja selagi manusia hidup di dunia, tetapi beban utang juga akan berlanjut sampai di akhirat.

Maka dari itu, Anda jangan pernah meremehkan utang. Jangan sampai kita beranggapan utang adalah sesuatu yang biasa saja, bahkan menjadi gaya hidup, kredit ini itu, utang sana sini. Padahal Anda masih tidak tahu akan mampu melunasinya.

Hiduplah sederhana sesuai kemampuan saja, permudah diri Anda dalam kehidupan dunia dan akhirat ini dengan menjauhi utang. Selama Anda berniat melunaskan utang, insyaaAllah Anda akan mendapat bantuan dari Allah untuk melunasinya, tentunya selama Anda berikhtiar dan tawakal.

Seseorang yang mati syahid pun dosanya tidak terampuni selama ia berutang. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis: “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang,” (HR. Muslim no. 1886).

Bahkan, Rasulullah pun enggan menyalatkan jenazah yang masih memiliki utang. Dari Salamah bin Al Akwa’ R.A, beliau berkata: Kami duduk di sisi Rasulullah. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Kemudian beliau bertanya, “Apakah dia memiliki utang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Maka Rasulullah menyalatkan jenazah tersebut.

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah salatkanlah dia!”
Rasulullah bertanya, “Apakah dia memiliki utang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Maka beliau menyalatkan jenazah tersebut.  

Selanjutnya, didatangkan lagi jenazah ketiga. Lalu para sahabat berkata, “Salatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” beliau pun bertanya lagi, “Apakah dia memiliki utang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Maka Rasulullah berkata, “Salatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, salatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung utangnya.” Kemudian beliau pun menyalatkannya,” (HR. Bukhari no. 2289). (ummi-online.com/Salimah)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.