oleh

3 Macam dan Cara Gapai Hidayah Menurut Imam Ghazali

PortalMadura.Com – Allah berfirman: ”Tuhan kami adalah Allah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kepadanya, kemudian memberinya petunjuk” (QS. Thaha: 50).

Ayat di atas menjelaskan, bahwa hidayah atau petunjuk Allah SWT menjadi salah satu pangkal dari segala kebaikan. Jadi, tidak ada manusia di muka bumi ini yang bisa menggapai kebaikan-kebaikan dalam hidupnya tanpa petunjuk dari Allah.

Nah, jika dilihat dari segi tingkatannya, hidayah itu ada tiga macam menurut Imam Ghazali. Apa saja?.

Berikut ini uraiannya, seperti dikutip PortalMadura.Com, Ahad (23/2/2020) dari laman Republika.co.id:

Pertama, berupa kemampuan mengenal dan membedakan kebaikan serta keburukan. Kemampuan ini sesungguhnya diberikan oleh Allah kepada semua manusia baik melalui kecerdasan intelektualnya maupun melalui informasi dari para Nabi dan Rasul Allah.

Seperti pada zaman kaum Tsamud dan juga kaum ‘Ad, pada mulanya telah diberikan hidayah oleh Allah, tetapi mereka lebih suka memilih kesesatan daripada petunjuk Tuhan. Dalam firman-Nya: “Dan adapun kaum Tsamud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan” (QS Fushshilat: 17).

Kedua, berupa peningkatan kualitas hidup manusia yang terus membaik dari waktu ke waktu. Kualitas hidup itu meliputi kualitas iman, ilmu, dan kerja.

Menurut Al-Ghazali, inilah hidayah seperti yang disebut dalam ayat berikut ini: ‘‘Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya” (QS Muhammad: 17).

Ketiga, berupa pencerahan jiwa atau spiritual enlightenment. Orang yang memperoleh hidayah dalam bentuk ini mencapai tingkat kesempurnaan dan kematangan jiwa (kamalat nafsiyah).

Pikiran dan jiwa orang yang mendapatkan hidayah seperti ini akan menjadi terang, bahkan seluruh hidupnya menjadi terang benderang karena pencahayaan Ilahi yang tidak pernah putus.

Baca Juga: Cara Suburkan Kalbu Menurut Alquran

Bagi al-Ghazali, inilah tingkatan hidayah dalam bentuknya yang paling tinggi. ”Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)?” (QS Al-Zumar: 22).

Hidayah seperti yang telah dijelaskan di atas sungguh penting dan amat menentukan kualitas hidup manusia. Maka dari itu, kaum Muslim diperintahkan agar mencari dan menggapai petunjuk dari Allah.

Setidaknya, 17 kali dalam sehari semalam, mereka harus membaca doa ini: ”(Ya Allah), tunjukkan kami ke jalan-(Mu) yang lurus” (QS Al-Fatihah: 6).

Pasalnya, tanpa petunjuk dari Allah SWT, umat Islam bisa sesat jalan dan terjerembap ke jurang nestapa atau ke jalan yang tidak diridai Allah. Nauzubillah. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar