oleh

4 Cara Mengatasi Lupa dalam Ajaran Islam

PortalMadura.Com – Salah satu sifat yang tidak akan luput dari kehidupan manusia, yaitu lupa. Sifat ini menjadi hal yang wajar dialami oleh manusia, seperti lupa nama seseorang, lupa menyimpan suatu benda.

Akan tetapi, ada lupa yang yang harus dihindari dengan sungguh-sungguh, yaitu lupa terhadap kewajiban, terhadap tugas, lupa atas janji yang dibuat. Termasuk pula lupa terhadap hal yang difirmankan Allah SWT, yaitu: “Dan, janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri” (QS al-Hasyr : 19).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu m ngingkari (nikmat)-Ku” (QS al-Baqarah : 152).

Dari kedua surah di atas, Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk ingat kepada-Nya. Sehingga, mereka memperoleh karunia yang besar, yaitu Allah ingat kepada umat muslim. Sebenarnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi lupa. Apa saja?.

4 Cara Mengatasi Lupa dalam Ajaran Islam

Berikut ini uraiannya:

Pertama, senantiasa menggairahkan diri dalam setiap aktivitas dengan niat sebagai ibadah. Bagi orang beriman hendaknya berniat semua aktivitas yang dilakukan semata untuk Allah.

Seperti yang terdapat dalam ayat berikut ini: “Katakanlah (Muhammad): ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (Muslim)’,” (QS 6: 162–163).

4 Cara Mengatasi Lupa dalam Ajaran Islam

Kedua, menghidupkan hati dengan selalu zikir untuk mengingat Allah. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali Imran : 191).

“yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’d :28).

Ketiga, menghidupkan akal dengan selalu mempelajari ilmu, terutama ilmu agama. Belajar tanpa mengenal batas usia. Walaupun usia telah lanjut, jangan berhenti belajar dan jadi penghalang untuk selalu terus belajar. Senantiasa belajar, dengan mengingat ulang yang pernah dipelajari dan mempelajari pengetahuan baru. Hal ini akan terus mengasah akal dan akan menghindarkan lupa atau pikun seperti diterangkan dalam Alquran.

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (QS. Al-Hajj :5).

Keempat, mengamalkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah kepada Muadz bin Jabal, yaitu: “Sungguh aku mencintaimu, janganlah engkau tinggalkan pada akhir (setelah selesai) setiap salat untuk mengucapkan; ‘Wahai Allah, tolonglah aku untuk berzikir (selalu ingat) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta memper baiki ibadah kepada- Mu’” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

“Dan, ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: ‘Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini’,” (QS al-Kahfi: 24). Wallahu A’lam.

Semoga informasi diatas membantu anda, dan semoga semua upaya anda untu mengatasi lupa dengan tuntuan Agama Islam mendapatkan hasil yang baik.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar