oleh

Anak Kembali Sekolah, Orang Tua Menjadi Gundah

Oleh : Siti Nurul Hidayah, S.Si*

Menindaklanjuti adanya surat edaran (SE) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim, maka Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Madura mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru tentang perpanjangan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Covid-19 yang korbannya kian hari semakin meningkat. Termasuk korban terpapar Covid-19 di kalangan anak-anak.

Namun, sebagaimana telah diketahui bersama pemerintah berencana akan memberlakukan kebijakan new normal life. Dalam penerapan new normal di tengah pandemi Covid-19 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menyatakan bahwa Tahun Ajaran Baru 2020/2021 akan tetap dilaksanakan pada 13 Juli 2020.

Bahkan keputusan Kemdikbud ini juga mendapat dukungan dari Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, olahraga dan sejarah.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih mengusulkan tahun ajaran baru 2020 tetap dibuka bulan Juli namun dilaksanakan secara daring. (kumparan.com, 2 Juni 2020).

Dan ternyata rencana ini nampaknya masih menuai banyak respon dari masyarakat khususnya dari kalangan orang tua yang anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah.

Tentu para orang tua masih merasa cemas dan gundah untuk memberangkatkan anaknya ke sekolah di tengah masih tingginya angka kasus positif Covid 19.

Bagaimana tidak merasa cemas jika merasa belum ada jaminan untuk anak-anak mereka saat masuk sekolah nanti aman dan terbebas dari terpapar Covid-19 ini. Apalagi jumlah korban anak terpapar Covid 19 masih tergolong tinggi.

Seperti pada peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur, tercatat setidaknya 130 anak dan bayi di bawah lima tahun (balita) positif terinfeksi virus. (cnnindonesia.com, tanggal 4 Juni 2020) sehingga saat dibukanya kembali sekolah akan bisa menjadi cluster baru penularan Covid 19 di kalangan anak-anak. Karena anak-anak rentan kesehatannya dari penyakit seperti virus corona ini.

Maka dari itu sebelumnya, pihak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebijakan masuk sekolah ini. Agar kegiatan pembelajaran bagi anak usia sekolah dan remaja sebaiknya tetap dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, mengingat sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan.

Maka rencana tahun ajaran baru dengan sekolah new normal akan menghadapi kerawanan masalah tersendiri.

Dengan demikian terkait kebijakan membuka kembali sekolah di tengan pandemi ini, hendaknya pemerintah mengkaji lebih detil lagi. Agar anak tidak menjadi korban. Karena beberapa negara maju di Eropa seperti Finlandia, Prancis dan Inggris yg memiliki sistem kesehatan yang baik ternyata juga tidak aman, malah menimbulkan cluster baru di lingkungan sekolah. Karena siswa dan guru tertular Covid-19 setelah masuk beberapa pekan.

Untuk itu sekolah bisa kembali masuk setelah benar-benar kondisi pandemi telah berakhir. Dengan ditandai korban terpapar Covid-19 menunjukkan angka nol kasus.

Semoga masa pandemi ini segera berakhir karena semua pasti menginginkan anak-anak kembali masuk sekolah dengan sehat dan ceria.(**)

*Penulis : Guru SMA Sampang

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com.”

Editor : Lisa Mana L
.
Tirto.ID
Loading...

Komentar